RADAR TULUNGAGUNG – Rekomendasi saham hari ini kembali menjadi sorotan seiring pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat rebound tipis pada perdagangan Rabu, 5 Februari 2026.
Dalam program IFTK edisi terbaru, analis pasar modal Yuf memaparkan update market sekaligus membahas sejumlah saham yang banyak ditanyakan investor, mulai dari LABS, BRI, BRIS, MEDS, ADMR, hingga CUAN.
Rekomendasi saham hari ini disampaikan di tengah kondisi pasar yang dinilai masih berada dalam fase pullback. IHSG tercatat menguat sekitar 0,2 persen, namun penguatan tersebut dinilai masih bersifat teknikal dan belum menandakan pembalikan tren.
Menurut Yuf, pergerakan IHSG saat ini masih merupakan bagian dari rangkaian koreksi sebelum melanjutkan wave penurunan berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, rekomendasi saham hari ini lebih diarahkan pada strategi trading jangka pendek. Investor diimbau tetap selektif, mengedepankan strategi buy on weakness, serta disiplin dalam menerapkan stop loss agar risiko tetap terukur.
IHSG Rebound Tipis, Arah Masih Belum Berubah
Yuf menjelaskan, rebound IHSG pada 5 Februari 2026 belum cukup kuat untuk mengubah struktur tren jangka pendek maupun menengah.
Secara teknikal, IHSG masih memiliki potensi pullback lanjutan menuju area 8.300 hingga 8.520 yang berdekatan dengan MA60.
Selama IHSG belum mampu bertahan kuat di atas area tersebut, pasar dinilai masih rawan mengalami tekanan lanjutan.
Oleh karena itu, investor disarankan tidak terlalu agresif dan memanfaatkan momentum naik hanya untuk trading jangka pendek.
LABS, BRI, dan BRIS Jadi Fokus Trader
Saham LABS saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi. Potensi kenaikan dinilai terbatas, namun masih menarik untuk trading dengan pendekatan buy on weakness di area 146.
Stop loss disarankan di 138, dengan target jangka pendek di 157 dan target lanjutan di kisaran 164.
Untuk saham BRI, Yuf menyebutkan bahwa harga belum sepenuhnya terkonfirmasi breakout ke area 4.000.
Meski demikian, selama IHSG masih berpotensi pullback, BRI memiliki peluang melanjutkan swing naik secara bertahap menuju level tersebut.
Sementara itu, BRIS masih berada dalam tren turun jangka pendek dan menengah. Potensi kenaikan terdekat mengarah ke area 2.580–2.590. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di kisaran 2.330–2.280 dengan stop loss ketat di bawah 2.200.
MEDS, ADMR, dan MLPL untuk Trading Jangka Pendek
Saham MEDS berada dalam fase konsolidasi nominal kecil dengan potensi upside menuju 89 hingga 94. Entry ideal berada di area 79–78 dengan stop loss di 74. Target konservatif dapat dipasang di 86–87, sedangkan target lanjutan di 93–94.
ADMR secara teknikal mulai membentuk pola higher low. Strategi buy on weakness disarankan di area 1.870–1.850 dengan stop loss di bawah 1.780. Potensi swing jangka pendek berada di kisaran 6 hingga 8 persen.
Untuk MLPL, saham ini dinilai menarik untuk trading karena berada dekat area support. Entry dapat dipertimbangkan di 110–108 dengan stop loss ketat di 103. Target jangka pendek berada di kisaran 126 hingga 135.
ASLC, ITIC, SUPA, hingga CUAN
ASLC masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Potensi upside berada di area 87–92 dengan stop loss di bawah 74.
ITIC dinilai kurang menarik untuk saat ini karena masih berada dalam tren turun dan volume perdagangan relatif kecil. Saham ini baru dinilai menarik jika mampu menguat di atas level 384.
Sementara SUPA, sebagai saham yang relatif baru melantai di bursa, dinilai masih terlalu prematur untuk analisis jangka menengah. Potensi upside jangka pendek terbatas di kisaran 960–1.010, sedangkan peluang kembali ke all time high masih cukup berat.
Saham CUAN membentuk pola double bottom yang membuka peluang pullback. Target terdekat berada di 1.850 dengan stop loss di 1.655. Jika momentum berlanjut, potensi kenaikan dapat mengarah ke area 1.980.
Secara keseluruhan, rekomendasi saham hari ini menegaskan pentingnya disiplin, pengelolaan risiko, serta tidak memaksakan entry di tengah kondisi pasar yang masih belum sepenuhnya stabil.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula