RADAR TULUNGAGUNG- Watchlist saham 12 Februari 2026 menjadi perhatian pelaku pasar setelah pergerakan IHSG kembali menunjukkan penguatan signifikan. Seorang analis dan trader aktif dari kanal YouTube Scalping Trader membagikan daftar saham pantauan (watchlist) yang dinilai menarik untuk diperdagangkan pada Kamis (12/2/2026), seiring membaiknya sentimen pasar dan lonjakan nilai transaksi.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa watchlist saham 12 Februari 2026 yang dibagikan bukanlah ajakan membeli atau menjual saham.
Daftar tersebut murni hasil analisis pribadi berbasis price action, volume, dan data transaksi yang sedang terbentuk di pasar. Trader tetap diminta bertanggung jawab penuh atas keputusan masing-masing.
IHSG Menguat, Nilai Transaksi Tembus Rp27 Triliun
Sentimen positif pasar terlihat dari nilai transaksi harian yang kembali besar. IHSG mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp27 triliun dengan kenaikan hampir 2 persen. Volume perdagangan dinilai lebih sehat dibanding beberapa hari sebelumnya, menandakan likuiditas mulai pulih.
Penguatan ini tak lepas dari kabar pertemuan daring antara regulator pasar modal Indonesia dan MSCI. Meski belum ada pernyataan resmi, terdapat tiga poin penting yang disoroti regulator, yakni keterbukaan kepemilikan di atas 1 persen, penyediaan data investor yang lebih rinci, serta rencana kenaikan free float saham menjadi 15 persen dari sebelumnya sekitar 7,5 persen.
Isu tersebut sempat memicu kekhawatiran terkait potensi penurunan status Indonesia dari emerging market ke frontier market. Namun, pasar justru merespons positif.
Saham Grup Pak PP Hijau Serempak
Menariknya, saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu (Pak PP) terpantau menguat signifikan. Emiten seperti BRPT, TPIA, hingga PTRO masih tercatat dalam indeks MSCI Global Standard pada periode rebalancing November. Kondisi ini dinilai sebagai indikasi awal bahwa pasar tidak terlalu mengkhawatirkan isu penurunan peringkat oleh MSCI.
Menurut analis tersebut, jika sentimen yang beredar bersifat negatif, respons pasar seharusnya berlawanan. Fakta bahwa saham-saham grup Pak PP bergerak hijau pekat justru memperkuat asumsi sentimen yang cenderung positif.
Rekam Jejak Watchlist Sebelumnya
Ia juga mengulas kinerja watchlist sebelumnya pada 11 Februari 2026, yakni SOCI, HRTA, dan INDY. Dari ketiganya, SOCI memberikan cuan dengan kisaran beli di 600 dan jual di 635. Sementara HRTA dan INDY tidak diambil posisi karena belum sesuai dengan strategi scalping yang diterapkan.
Meski sudah take profit, SOCI dinilai masih berpotensi melanjutkan tren naik karena adanya akumulasi lanjutan dari investor besar dan peningkatan volume.
Watchlist Saham 12 Februari 2026
Pada watchlist saham 12 Februari 2026, terdapat empat saham yang dinilai layak dipantau ketat, yaitu:
1. MINA
MINA menjadi sorotan karena data transaksi dinilai bersih. Retail terpantau keluar, sementara pembelian didominasi oleh pihak besar, termasuk investor asing. Volume meningkat signifikan dan volatilitas dinilai masih terbuka lebar untuk strategi scalping.
2. RATU
Saham RATU milik grup Happy Hapsoro mengalami koreksi dalam dari level tertingginya. Meski algoritma belum menunjukkan akumulasi besar, keluarnya retail dan lonjakan volume dinilai sebagai sinyal awal pergerakan lanjutan.
3. PTRO (Petrosea)
PTRO masuk watchlist meski sebelumnya saham grup Pak PP cenderung dihindari. Namun, data transaksi dan volume menunjukkan kekuatan yang konsisten. Saham ini dinilai sudah melalui fase konsolidasi dan berpotensi melanjutkan kenaikan.
4. TINS
TINS dinilai menarik secara teknikal karena tidak mencetak lower low dan bergerak mendekati area breakout di level 4.000. Dengan volume yang terus meningkat, TINS berpotensi memberikan peluang swing jangka pendek jika breakout terkonfirmasi.
Waspada Likuiditas Jelang Ramadan
Meski peluang cuan terbuka, analis tersebut mengingatkan adanya potensi penurunan likuiditas menjelang bulan Ramadan. Secara historis, volume transaksi cenderung melemah sehingga strategi fast trade dan scalping pendek dinilai lebih aman.
Ia menutup dengan pesan agar investor dan trader tetap disiplin, menyesuaikan strategi dengan gaya masing-masing, serta tidak terpancing euforia pasar.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani