Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Legenda Monster Nian, Asal Usul Perayaan Tahun Baru Imlek yang Penuh Warna Merah dan Petasan

Anggi Septiani • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:50 WIB

Legenda Monster Nian, Asal Usul Perayaan Tahun Baru Imlek yang Penuh Warna Merah dan Petasan
Legenda Monster Nian, Asal Usul Perayaan Tahun Baru Imlek yang Penuh Warna Merah dan Petasan


TULUNGAGUNG -
Legenda Monster Nian menjadi salah satu kisah paling populer yang diyakini sebagai asal usul perayaan Tahun Baru Imlek. Di balik kemeriahan lampion, warna merah, dan dentuman petasan setiap pergantian tahun lunar, tersimpan cerita rakyat tentang makhluk buas yang pernah meneror sebuah desa kecil di Tiongkok kuno.

Legenda Monster Nian menceritakan tentang sosok makhluk menyeramkan yang muncul setiap malam tahun baru. Ia digambarkan bertubuh besar, bermata tajam, bergigi runcing, dan mampu mengguncang tanah dengan langkahnya. Kehadirannya selalu membawa ketakutan bagi penduduk desa.

Legenda Monster Nian inilah yang kemudian dipercaya menjadi dasar berbagai tradisi dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Mulai dari penggunaan warna merah, lentera, hingga petasan, semuanya berakar dari kisah rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat Tiongkok, Nian hidup di dasar laut sepanjang tahun. Namun setiap menjelang pergantian tahun lunar, makhluk tersebut naik ke daratan untuk memangsa hewan ternak bahkan manusia.

Penduduk desa yang sudah hafal dengan pola kemunculannya memilih meninggalkan rumah sehari sebelum malam tahun baru. Mereka mengungsi ke pegunungan terpencil demi menghindari amukan Nian. Desa yang biasanya ramai berubah menjadi sunyi dan kosong.

Tradisi mengungsi itu berlangsung bertahun-tahun. Tak ada yang berani melawan. Hingga suatu ketika, seorang pria tua misterius muncul di desa menjelang malam yang mencekam tersebut.

Pria tua berambut putih itu mempertanyakan kebiasaan warga yang selalu melarikan diri. Dengan tenang, ia meyakinkan penduduk bahwa Nian bukan makhluk tak terkalahkan.

Ia mengungkapkan bahwa monster tersebut memiliki tiga kelemahan: warna merah, cahaya terang, dan suara bising. Saran itu awalnya disambut ragu. Namun karena tak memiliki pilihan lain, warga akhirnya mengikuti petunjuk sang pria tua.

Mereka menggantung kain merah di pintu rumah, menempelkan kertas merah di dinding, serta mengenakan pakaian bernuansa merah. Lentera dinyalakan untuk menerangi desa. Bambu dibakar hingga menghasilkan suara letupan keras yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal petasan.

Ketika malam tiba, suasana desa berubah drastis. Warna merah menghiasi setiap sudut, cahaya lentera menyala terang, dan suara petasan menggema di udara.

Nian akhirnya muncul seperti biasa. Namun kali ini, ia terkejut melihat pemandangan yang berbeda. Warna merah yang menyala dan suara ledakan yang memekakkan telinga membuatnya ketakutan. Monster itu pun melarikan diri kembali ke laut.

Keesokan harinya, warga menyadari desa mereka tetap utuh tanpa harus mengungsi. Kemenangan atas Nian disambut sorak-sorai dan rasa syukur. Sejak saat itu, tradisi menghias rumah dengan warna merah dan menyalakan petasan dilakukan setiap Tahun Baru Imlek.

Legenda Monster Nian kemudian menyebar ke berbagai wilayah dan menjadi bagian penting dari budaya perayaan Tahun Baru Imlek. Warna merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan dari roh jahat.

Petasan dan suara bising melambangkan upaya mengusir energi negatif, sementara lentera merah menjadi simbol harapan dan kebahagiaan di tahun yang baru.

Hingga kini, tradisi tersebut masih dijalankan di berbagai negara yang merayakan Imlek, termasuk Indonesia. Setiap malam pergantian tahun lunar, suasana penuh cahaya, warna merah, dan kegembiraan menjadi pemandangan yang identik dengan perayaan ini.

Legenda Monster Nian bukan sekadar cerita rakyat. Ia menjadi simbol keberanian melawan ketakutan dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Dari kisah sederhana tentang desa kecil yang diliputi teror, lahirlah tradisi besar yang kini dirayakan jutaan orang di seluruh dunia.

Perayaan Tahun Baru Imlek pun tidak hanya bermakna pergantian kalender, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat harapan, serta menyambut tahun baru dengan semangat baru.

 

Editor : Anggi Septiani
#petasan imlek #warna merah Imlek #tahun baru imlek #asal usul imlek #Legenda Monster Nian