RADAR TULUNGAGUNG– Menjelang perdagangan Senin, 23 Februari 2026, pelaku pasar mencermati pergerakan IHSG yang masih berkutat di area resistance. Indeks dinilai sedang menguji level penting setelah dua kali gagal menembus area atas pada pekan sebelumnya.
Secara teknikal, IHSG terlihat mencoba menembus resistance jangka pendek. Jika berhasil breakout, target selanjutnya adalah menutup gap yang masih terbuka di atas. Selain itu, tercatat adanya net foreign buy sekitar Rp240 miliar pada akhir pekan lalu, yang menjadi sentimen positif jangka pendek.
Namun investor tetap diingatkan untuk menerapkan money management dan tidak melakukan aksi all in dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya kuat.
KPIC: Potensi Rebound Setelah Turun Dalam
Saham PT MNC Energy Investments Tbk atau MNC Energy Investments Tbk (KPIC) menjadi salah satu perhatian. Saham ini telah turun cukup dalam dari level tertingginya di Januari 2026, bahkan terkoreksi hingga sekitar 70 persen.
Secara teknikal, area resistance berada di kisaran 175. Jika gagal menembus dan kembali melemah, area support berikutnya diperkirakan berada di rentang 106–115.
Dari sisi broker summary, mulai terlihat aksi average down dari beberapa broker besar, yang bisa menjadi sinyal awal potensi rebound. Strategi yang disarankan adalah cicil bertahap dengan manajemen risiko ketat.
DATA: Breakout dan Berpeluang Tutup Gap
Saham PT Remala Abadi Tbk atau Remala Abadi Tbk (DATA) menunjukkan pergerakan menarik setelah berhasil menembus resistance terdekat.
Kenaikan harga yang mendekati 10 persen membuka peluang lanjutan menuju area gap di atas. Meski demikian, secara valuasi saham ini sudah tergolong mahal sehingga pendekatan trading jangka pendek lebih disarankan dibandingkan hold jangka panjang.
Area average down dinilai berada di sekitar 4.000 dengan tetap disiplin cut loss jika terjadi pembalikan arah.
LAJU: Menuju Resistance 119
Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk atau Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) juga masuk watchlist. Secara teknikal, saham ini bergerak menuju resistance 119.
Volume transaksi tergolong besar dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah, menandakan likuiditas yang memadai untuk trading. Target jangka pendek berada di area 109–110, dengan potensi lanjutan ke 119 jika momentum pasar mendukung.
Namun investor perlu mencermati fundamental, karena margin laba perusahaan relatif tipis sehingga valuasi terlihat tinggi.
NSS: Sinyal Awal Rebound Sawit
Saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk atau Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mulai menunjukkan tanda rebound setelah koreksi cukup dalam.
Meski secara fundamental valuasi tergolong mahal, pergerakan broker summary menunjukkan adanya akumulasi dari sekuritas tertentu yang sebelumnya berperan sebagai underwriter.
Jika mampu bertahan dan membentuk candle positif, target jangka pendek diperkirakan berada di kisaran 1.200–1.250.
AKRO: Likuid dan Siap Uji 110
Sementara itu, saham PT Samudera Konawe Resources Tbk atau Samudera Konawe Resources Tbk (AKRO) dinilai cukup likuid dengan nilai transaksi sekitar Rp34 miliar.
Secara teknikal, resistance terdekat berada di area 110. Dengan posisi harga penutupan di bawah rata-rata harga beli broker besar, terdapat peluang kenaikan menuju 105–110 dalam jangka pendek.
Fundamental AKRO dinilai relatif wajar, tidak terlalu mahal maupun terlalu murah, sehingga lebih cocok untuk strategi trading dibandingkan investasi jangka panjang.
Tetap Disiplin Manajemen Risiko
Dengan IHSG yang masih berada di area krusial resistance, investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko. Strategi bertahap (cicil), hindari all in, serta tentukan batas cut loss menjadi kunci dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya breakout.
Jika IHSG berhasil menembus resistance dan menutup gap, peluang kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar bisa semakin terbuka. Namun jika kembali gagal, potensi konsolidasi lanjutan tetap perlu diantisipasi.
Editor : Cholifatun Nisak