RADAR TULUNGAGUNG- Harga emas hari ini Jumat, 13 Februari 2026, kompak bergerak turun. Penurunan terjadi pada hampir seluruh produk emas batangan, mulai dari Antam, UBS, hingga Galeri 24. Tekanan datang dari melemahnya harga emas dunia setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
Mengacu pada pergerakan global tersebut, harga emas hari ini di pasar domestik ikut terkoreksi cukup dalam. Investor disebut mulai meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dalam waktu dekat.
Selain faktor eksternal, aksi jual investor yang masih masif juga turut membuat harga emas hari ini semakin tertekan. Kilau logam mulia sebagai aset safe haven pun tampak memudar di akhir pekan ini.
Baca Juga: Harga Emas 29 Januari 2026 Tembus Rp3 Juta per Gram, Antam, UBS dan Galeri 24 Kompak Melonjak Tajam!
Harga Emas Antam Turun Rp43.000
Berdasarkan informasi dari situs resmi logamia.com, harga jual emas batangan bersertifikat produksi PT Antam untuk pecahan 1 gram pada Jumat (13/2/2026) dibuka di level Rp2.904.000 per gram. Angka tersebut turun Rp43.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback atau harga beli kembali emas batangan Antam juga ikut terkoreksi. Pada hari yang sama, harga buyback berada di level Rp2.688.000 per gram, turun Rp53.000.
Penurunan buyback yang lebih dalam dibanding harga jual menunjukkan adanya tekanan cukup kuat di pasar emas domestik.
Baca Juga: Ramalan Shio Kuda 2026: Tahun Kuda Api Penuh Ujian, Keuangan dan Asmara Rawan Konflik Besar!
Galeri 24 dan UBS Kompak Melemah
Tak hanya Antam, emas batangan bersertifikat Galeri 24 untuk pecahan 1 gram juga mengalami penurunan. Harga jualnya dibuka di Rp2.938.000 per gram, turun Rp49.000.
Adapun harga buyback Galeri 24 berada di level Rp2.756.000 per gram, terkoreksi Rp45.000.
Sementara itu, emas batangan produksi UBS untuk gramasi 1 gram dibuka di harga Rp2.949.000 per gram atau turun Rp42.000. Harga buyback UBS juga melemah menjadi Rp2.680.000 per gram, turun Rp38.000.
Koreksi serempak pada berbagai merek ini memperlihatkan bahwa sentimen global benar-benar memberi dampak signifikan terhadap pasar emas nasional.
Dampak Data Tenaga Kerja AS
Penurunan harga emas tak lepas dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi lebih kuat dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa The Fed belum akan terburu-buru memangkas suku bunga.
Ketika ekspektasi pemangkasan suku bunga mereda, dolar AS cenderung menguat. Dampaknya, harga emas dunia menjadi tertekan karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Situasi ini diperparah oleh aksi ambil untung atau profit taking dari investor global yang memilih merealisasikan keuntungan setelah reli sebelumnya.
Update Harga Emas Perhiasan
Selain emas batangan, taksiran harga jual kembali emas perhiasan tanpa surat atau pembelian lama juga mengalami penyesuaian. Harga di setiap daerah bisa berbeda tipis, namun kisarannya relatif seragam.
Berikut kisaran harga emas perhiasan per gram:
-
Kode 300: Rp657.000
-
Kode 375: Rp855.000
-
Kode R20: Rp973.000
-
Kode R585: Rp1.407.000
-
Kode 700: Rp1.710.000
-
Kode R50: Rp1.841.000
-
Kode R83: sekitar Rp2.060.000
-
Kode R875: Rp2.170.000
-
22 karat (916): sekitar Rp2.270.000 per gram
-
23 karat (R958): Rp2.367.000 per gram
-
24 karat (99%): Rp2.550.000 per gram
Sementara itu, emas batangan 24 karat lokal atau dikenal sebagai emas lantakan/cukim dibuka di kisaran Rp2.680.000 per gram.
Prospek Harga Emas Selanjutnya
Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan ekonomi global. Jika data ekonomi AS terus menunjukkan penguatan, peluang emas untuk kembali menguat dalam jangka pendek bisa semakin terbatas.
Namun, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (hedging) favorit saat ketidakpastian meningkat. Investor disarankan tetap memperhatikan faktor global, pergerakan dolar AS, serta kebijakan moneter sebelum mengambil keputusan beli atau jual.
Dengan koreksi yang terjadi pada perdagangan hari ini, sebagian investor jangka panjang mungkin melihatnya sebagai peluang akumulasi. Namun, volatilitas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
Baca Juga: Harga Emas 29 Januari 2026 Tembus Rp3 Juta per Gram, Antam, UBS dan Galeri 24 Kompak Melonjak Tajam!
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani