Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Emas Naik Terkait Ketegangan di Timur Tengah, Masyarakat Mulai Jual Emas Jelang Ramadan

Manda Dwi Agustin • Selasa, 3 Maret 2026 | 11:47 WIB

Harga emas di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dengan harga 1 gram emas Antam naik Rp100.000 menjadi Rp3.135.000.
Harga emas di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dengan harga 1 gram emas Antam naik Rp100.000 menjadi Rp3.135.000.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Harga emas di pasar domestik Indonesia diprediksi akan terus dipengaruhi oleh ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Pada Senin, 2 Maret 2026, harga logam mulia Antam mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Harga 1 gram emas batangan Antam tercatat naik Rp100.000, mencapai Rp3.135.000 per gram. Sementara itu, harga emas perhiasan 16 karat juga turut mengalami kenaikan, diperdagangkan di kisaran Rp2.100.000 per gram.

Kenaikan harga emas yang cukup tajam ini memicu kecenderungan di kalangan masyarakat Indonesia untuk mulai menjual emas batangan maupun perhiasan mereka.

Selain untuk memanfaatkan harga yang tinggi, beberapa di antaranya juga menjual emas mereka untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan Ramadan.

Kenaikan harga emas ini menjadi perhatian penting, karena berpotensi memberi dampak signifikan bagi masyarakat yang mengandalkan emas sebagai salah satu bentuk simpanan atau investasi.

Baca Juga: Harga Emas Kembali Naik Pada 3 Maret 2026, Dipicu Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Salah satu faktor yang memicu lonjakan harga emas ini adalah ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya setelah pemerintah Iran mengambil langkah drastis dengan menutup jalur pengiriman gas dan minyak bumi dunia melalui Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz tersebut berpotensi menghambat sekitar 20% pasokan bahan bakar global. Hal ini berpotensi menyebabkan lonjakan harga energi di seluruh dunia, yang pada gilirannya mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman, salah satunya adalah emas.

Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia juga memberikan peringatan terkait ketahanan energi nasional yang semakin rapuh.

Menurutnya, jika krisis energi global melanda, stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya dapat bertahan selama 21 hari. Pernyataan ini menggambarkan betapa rentannya Indonesia terhadap gangguan pasokan energi dunia.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Emas dan Minyak Melonjak, IHSG Terancam Tekanan Berat—Ini Strategi Investor Hadapi Risiko Global

Sebagai respons terhadap ancaman tersebut, pemerintah mendorong upaya untuk membangun lebih banyak fasilitas penyimpanan energi, yang diharapkan bisa memperpanjang ketahanan energi Indonesia.

Sementara itu, di dalam negeri, harga bahan bakar minyak (BBM) juga mengalami penyesuaian harga. Pada 1 Maret 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan sekitar Rp500 per liter, sedangkan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.

Kenaikan harga BBM ini menambah beban bagi masyarakat, yang kini menghadapi peningkatan biaya hidup akibat lonjakan harga energi dan harga barang lainnya.

Kondisi ini juga membuat emas menjadi instrumen yang semakin menarik bagi para investor maupun masyarakat umum.

Baca Juga: Uni Eropa Didesak Patuhi Putusan WTO Sawit Indonesia, Geopolitik Tekan IHSG hingga Harga Emas Diproyeksi Terbang

Emas batangan dan perhiasan menjadi pilihan banyak orang sebagai bentuk penyimpanan nilai, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Para pemegang emas kini dihadapkan pada keputusan untuk menjual atau tetap mempertahankan investasi mereka, seiring dengan perubahan harga yang semakin tidak terduga.

Editor : Manda Dwi Agustin
#emas naik #harga emas 1 gram #investasi emas