Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saldo BPNT Tiba-Tiba Rp1,2 Juta? Ini Penjelasan BPNT Cair Dua Kali 2026 yang Ternyata Gabungan PKH dan BPNT

Cholifatun Nisak • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:10 WIB

BPNT cair dua kali 2026 membuat saldo KKS jadi Rp1,2 juta. Ternyata ini gabungan bantuan BPNT dan PKH hasil validasi data terbaru.
BPNT cair dua kali 2026 membuat saldo KKS jadi Rp1,2 juta. Ternyata ini gabungan bantuan BPNT dan PKH hasil validasi data terbaru.

 

RADAR TULUNGAGUNG– Informasi mengenai BPNT cair dua kali 2026 ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku menemukan saldo bantuan sosial di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka meningkat hingga Rp1,2 juta.

Kabar tersebut beredar luas di berbagai platform seperti Facebook, TikTok, hingga grup WhatsApp komunitas penerima bansos. Bahkan beberapa agen BRILink dan KPM membagikan bukti struk penarikan yang menunjukkan saldo masuk lebih dari biasanya.

Hal ini membuat banyak penerima bantuan bertanya-tanya. Apakah pencairan tersebut merupakan BPNT tahap berikutnya yang dipercepat, rapelan bantuan tahun sebelumnya, atau justru bantuan tambahan dari pemerintah menjelang Ramadan 2026?

Setelah ditelusuri lebih lanjut, saldo Rp1,2 juta tersebut ternyata bukan pencairan BPNT dua tahap sekaligus.

Saldo Rp1,2 Juta Ternyata Gabungan Dua Bansos

Berdasarkan penelusuran informasi dan laporan di lapangan, saldo Rp1,2 juta yang diterima sebagian KPM merupakan gabungan dari dua program bantuan sosial berbeda.

Dana tersebut berasal dari pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp600.000 dan tambahan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp600.000.

Dengan demikian, penerima bantuan mendapatkan dua jenis bansos yang cair dalam waktu hampir bersamaan.

Nominal Rp600.000 yang berasal dari PKH umumnya diberikan kepada penerima dengan komponen lansia. Dalam skema PKH, kategori lansia memang memperoleh bantuan sebesar Rp600.000 setiap tahap pencairan.

Karena pencairan BPNT tahap pertama juga bernilai Rp600.000, maka total bantuan yang diterima KPM bisa mencapai Rp1,2 juta.

Ada yang Menerima Hingga Rp2,4 Juta

Dalam beberapa laporan yang beredar di media sosial, ada pula KPM yang mengaku menerima bantuan hingga Rp2,4 juta.

Jumlah tersebut terjadi karena penerima mendapatkan bantuan PKH dengan nominal lebih besar, misalnya bagi keluarga yang memiliki beberapa komponen penerima seperti lansia, anak sekolah, atau balita.

Sebagai gambaran, besaran bantuan PKH pada 2026 antara lain:

Jika dalam satu keluarga terdapat beberapa komponen tersebut, maka total bantuan yang diterima bisa jauh lebih besar dibandingkan penerima BPNT saja.

Perubahan Status Penerima Bansos

Fenomena saldo bantuan yang meningkat ini juga berkaitan dengan proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial yang dilakukan pemerintah pada awal 2026.

Dalam proses tersebut, pemerintah melakukan validasi ulang data kemiskinan nasional melalui sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Hasilnya, sebagian penerima BPNT ternyata memenuhi syarat untuk masuk sebagai penerima PKH. Karena itu, status mereka berubah dari penerima BPNT saja menjadi penerima BPNT sekaligus PKH.

Perubahan status ini membuat bantuan yang masuk ke rekening KKS mereka menjadi lebih besar.

Ada Juga KPM yang Tidak Lagi Menerima Bansos

Di sisi lain, pemutakhiran data juga menyebabkan sebagian penerima lama tidak lagi mendapatkan bantuan sosial.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga yang dinilai sudah membaik atau perubahan posisi desil kesejahteraan dalam sistem data pemerintah.

Jika tingkat kesejahteraan suatu keluarga dinilai meningkat, maka mereka dapat dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial agar kuota dapat diberikan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Disarankan Cek Status Bansos Secara Berkala

Bagi masyarakat yang mendapati saldo bantuan bertambah atau justru belum menerima bantuan, disarankan untuk melakukan pengecekan status bansos secara berkala.

Pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi cek bansos milik Kementerian Sosial, maupun dengan menanyakan langsung kepada pendamping sosial di desa atau kelurahan setempat.

Dengan cara tersebut, penerima dapat mengetahui secara pasti jenis bantuan apa saja yang masuk ke rekening KKS mereka.

Pemerintah juga mengimbau agar bantuan sosial yang diterima dimanfaatkan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, terutama selama bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

 

Editor : Cholifatun Nisak
#saldo BPNT #pencairan BPNT #bansos PKH 2026 #BPNT cair dua kali 2026 #validasi bansos