Radar Tulungagung - Seruan boikot film A Business Proposal yang diadaptasi dari Korea Selatan ini mencuat setelah pemeran utama dalam film tersebut, Abidzar Al Ghifari, melakukan beberapa kontroversi sebelum penayangan.
Diketahui film A Business Proposal versi Indonesia ini tayang di bioskop pada Kamis (06/02/2025).
Bahkan film yang dibintangi oleh Abidzar Al Ghifari dan Ariel Tatum ini hanya memperoleh 6.900 penonton pada hari pertama penayangan.
Baca Juga: Dirujak Fans K-Drama, Abizar Beri Permintaan Maaf
Tentu jumlah penonton dari film yang diadaptasi dari Korea Selatan ini terbilang cukup rendah. Mengingat jumlah fanbase K-Drama di Indonesia sangat besar.
Akibat sepinya jumlah penonton, jumlah layar dari film produksi Falcon Pictures ini terpaksa dipangkas.
Dimana sebelumnya film tersebut memiliki jumlah layar sebanyak 1.270 layar, kini dipangkas menjadi 552 layar.
Baca Juga: Indonesia Remake Film Luar Negeri Nggak Totalitas? Ini Film yang Mempunyai Rating Tinggi!
Tak hanya itu, berdasarkan situs ulasan film, film A Business Proposal versi Indonesia ini hanya mendapat rating 1/10 dari 16.859 ulasan.
Dimana angka tersebut terpaut jauh dari film A Business Proposal versi Korea Selatan yanf mendapat rating 8,1/10 dari 31 ribu ulasan.
Minimnya jumlah ulasan tersebut dikaitkan dengan kontroversi pemeran utama, Abidzar Al Ghifari.
Baca Juga: Rekomendasi Film Remake Indonesia yang Akan Tayang, Nomor 3 Bakal Berdurasi Panjang
Pada konferensi pers sebelum film dirilis, Abidzar menyatakan apabila tidak menonton versi asli dari film A Business Proposal maupun membaca webtoon aslinya.
Alasannya, Abidzar ingin menciptakan karakter versinya sendiri.
Penyataan Abidzar tersebut menuai kritik dari pecinta K-Drama di Indonesia. Imbasnya seruan boikot pada film A Business Proposal versi Indonesia pun bermunculan.
Tak hanya itu, kondisi ini justru diperparah dengan pernyataan Abidzar yang mengatakan penggemar K-Drama di Indonesia itu sangat fanatik dan rasis.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz