TULUNGAGUNG - Kesuksesan film animasi Jumbo produksi Visinema semakin tak terbendung! Di hari ke-41 penayangan, Jumbo resmi menyalip film komedi fenomenal Agak Laen dan kini bertengger di posisi kedua daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Dengan perolehan penonton sebanyak 9.127.865, Jumbo berhasil melampaui capaian Agak Laen yang turun layar dengan 9.125.188 penonton.
Meski harus rela bergeser satu peringkat, geng Agak Laen menunjukkan sikap sportif dan penuh semangat.
Mereka ramai-ramai memberikan ucapan selamat kepada tim Jumbo, baik lewat media sosial maupun unggahan personal.
Produser Agak Laen, Ernest Prakasa, menyebut ini sebagai “kekalahan paling membanggakan.” Dalam unggahan Instagram-nya, ia menulis, “Jika ini dianggap sebagai sebuah ‘kekalahan’, maka ini adalah kekalahan paling membanggakan. Next stop: film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, let’s go!”
Senada dengan Ernest, Dipa Andika dari rumah produksi Imajinari juga ikut bangga. “Imajinari sangat bangga jumlah penonton Agak Laen berhasil dilewatin oleh Jumbo.
Penonton film Indonesia, kalian keren!” tulis Dipa sambil memberi semangat kepada tim Jumbo.
Ucapan hangat juga datang dari sutradara Agak Laen, Muhadkly Acho, yang menuliskan: “Bangga sekali melihat pencapaian Jumbo yang sudah melampaui jumlah penonton Agak Laen. Terbang tinggi lagi, Don. Sap sap sap!”
Tak ketinggalan, akun resmi Imajinari turut merayakan pencapaian Jumbo dengan gaya khas mereka: “Iss keren kali laa @jumbofilm_id ini woiiii. Selamat ya. Memang agak laen lahh.”
Di lini pemain, dukungan juga mengalir deras. Bene Dion menulis “NGERI NAI PONANG” di akun X (dulu Twitter), sedangkan Indra Jegel menyampaikan, “Don sudah resmi menggeser Agak Laen di posisi 2, gas terus Don. Selamat founderky @adriandhy,” sambil mengunggah foto bersama sutradara Jumbo, Ryan Adriandhy.
Sementara itu, Boris Bokir dan Oki Rengga ikut mengunggah capaian penonton Jumbo ke media sosial mereka sebagai bentuk apresiasi.
Pihak Jumbo pun membalas dukungan itu dengan ucapan terima kasih melalui akun Instagram resmi mereka: “Permisi ya abang-abang Agak Laen, Geng Jumbo ikut main ke rumah hantunya yaa. Terima kasih sejumbo-jumbonya buat dukungannya abang-abang Agak Laen.”
Reaksi dari geng Agak Laen ini membuktikan bahwa kompetisi di industri film tak harus diwarnai rivalitas.
Justru, semangat saling mendukung antara pelaku industri jadi bahan bakar utama untuk kemajuan perfilman Indonesia.
Dan pada akhirnya, kalaupun harus disalip, disaliplah oleh film yang memang layak dan begitu dicintai.
Dengan pencapaian yang terus naik, bukan tidak mungkin Jumbo akan mengejar posisi pertama, mengingat animo dan napas film ini di bioskop masih panjang.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz