Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Candra Boy Oka, Peraih Juara 1 Nasional Stand Up Comedy

Choirurrozaq • Sabtu, 22 Mei 2021 | 16:15 WIB
candra-boy-oka-peraih-juara-1-nasional-stand-up-comedy
candra-boy-oka-peraih-juara-1-nasional-stand-up-comedy

Meski hanya satu pekan melakukan persiapan mengikuti lomba stand up comedy yang diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Candra Boy Oka, bisa menyabet juara satu dari ratusan pesaingnya. Bagi dia kuncinya adalah memiliki mental kuat dan bisa memahami materi yang disampaikan.


MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Kota, Radar Tulungagung


Sejak kecil, Candra Boy Oka, pria asal Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, itu sudah terlihat bakatnya di dunia komedi. Dari bekal itulah, kini dia bisa terus membuat karya-karya komedi. Pada bulan lalu, ternyata melalui stand up comedy dia bisa membawa pulang tropi juara 1 ke Kota Marmer. “Jadi ketika itu saya dapat informasi ada lomba stand up comedy yang digelar oleh Kemenag dari teman saya. Ya karena saya memang sudah terjun di dunia komedi, saya iseng ikut lomba itu. Ya alhamdulillah saya dapat juara 1,” tuturnya.


Oka –sapaan akrabnya -mengungkapkan, karena informasi lomba tersebut didapatnya sangat mendekati hari perlombaan. Maka untuk persiapannya, juga mendadak. Mulai dari pembuatan materi hingga mempersiapkan semual hal teknis dalam lomba, hanya membutuhkan waktu satu pekan saja. “Jadi dalam persiapan mengikuti lomba, saya dibantu oleh teman saya untuk membuat konsep stand up comedy yang akan ditampilkan pada perlombaan nanti,” ungkapnya.


Dalam perlombaan yang diadakan oleh Kemenag itu, dia harus bersaing dengan ratusan peserta lainya dari berbagai kota di Indonesia. Selain, itu untuk teknis perlombaanya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dia harus mengirimkan video stand up comedy untuk dipilih enam terbaik melaju ke tahap selanjutnya. Setelah diumukan oleh panitia, bahwa dia masuk enam besar, dia diundang untuk ke Jakarta melakukan pentas dalam babak finalnya. “Pengumuman itu menjadi sedikit kendala bagi saya, karena waktunya yang sangat mepet. Sedangkan saya di Tulungagung,” ujarnya.


Pria 26 tahun itu menambahkan, sesampainya di Jakarta hal pertama yang dilakukanya adalah mempelajari materi kembali dengan menyesuaikan waktu yang telah diberikan. Pasalnya, dalam pentas nanti, waktu yang diberikan hanya tujuh menit saja. Sedangkan, ketika dia mencobanya selalu melebihi tujuh menit. “Waktu itu saya sudah pasrah. Karena setiap mencoba materi saya, pasti lebih dari tujuh menit. Tapi pada percobaan terakhir, ternyata saya bisa mencapai waktu maksimal itu,” tambahnya.


Dalam lomba stand up comedy yang digelar oleh Kemenag itu, juga sedikit berbeda dengan teknis lomba stand up comedy pada umumnya. Karena jika stand up comedy umunya itu, peserta hanya diberikan tema saja, dan bebas menulis materi tetapi tetap sesuai dengan tema. Namun, pada stand up comedy Kemenag, peserta diberikan sebuah gagasan pemikiran tokoh Islam. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil gagasan dari Gus Dur. “Dari pemikiran Gus Dur itu saya kembangkan untuk menjadi materi stand up comedy,” jelasnya.


Pria yang sudah berkeluarga itu mengatakan, bahwa sebenarnya dia baru pertama kali ini mencoba untuk stand up comedy. Karena sejak kecil, dia sudah mengikuti seni pertunjukan mulai dari tari hingga ketoprak humor. Terlebih, kini dia juga fokus pada pentas komedi. Namun, menurutnya tidak terlalu jauh berbeda. Hanya saja untuk stand up comedy lebih sistematis dan tersusun. “Kalau biasanya saya kan juga buat video komedi dan ikut pentas komedi, itu bisa improvisasi. Tapi kalau stand up comedy, lebih mempersiapakan pada materi yang disampaikan,” katanya. (*)

Editor : Choirurrozaq