Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kostum Para Peserta Menarik, Berikut Kemeriahan Gerak Jalan Kreasi Napak Tilasa Ketandan-Bonorowo di Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 6 Desember 2024 | 20:08 WIB
Peserta Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo saat menampilkan kesenian Tiban.
Peserta Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo saat menampilkan kesenian Tiban.

Tulungagung – Rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-819 Tulungagung belum berakhir. Kemarin (5/12), pemkab menggelar gerak jalan kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo.

Puluhan peleton dari berbagai unsur turut memeriahkan acara dengan berbagai suguhan kreasi unik bagi masyarakat.

Jalan KH Hasyim Asyari di Kecamatan Kauman dipilih jadi titik pemberangkatan peserta yang dimulai pukul 07.00.

Peserta menuju titik finis di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.

Di sana, masing-masing peleton unjuk kreasi di hadapan pimpinan daerah, jajaran forkopimda, dan pejabat terkait di lingkup pemkab.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan, gerak jalan kreasi Ketandan-Bonorowo merupakan tradisi tahunan di Bumi Ngrowo.

Salah satu event spesial ini digelar rutin di peringatan hari jadi daerah.

“Kalau kita melihat Ketandan-Bonorowo, itu kan ada nilai sejarah untuk Kabupaten Tulungagung. Kemudian kalau barisnya, ada olahraganya dan ada kreasi,” jelasnya.

Dia menilai, di event ini, para peserta punya semangat tinggi untuk berkreasi dan berinovasi.

Itu membuktikan bahwa masyarakat Tulungagung menghormati dan tetap mencoba menjaga nilai luhur budaya dan sejarah daerahnya.

“Saya melihat sendiri, peserta luar biasa. Ada inovasi, ada kreasi. Kemudian, ada efek yang cukup bagus karena dari pakaian. Kemudian dari penampilan itu inovasinya yang bagus,” terangnya.

Selain itu, adanya unsur pendidikan dan olahraga dalam kegiatan ini juga jadi media yang baik untuk menyosialisasikan pentingnya olahraga ke masyarakat.

Dengan begitu, ada peningkatan kualitas hidup di tengah-tengah masyarakat Tulungagung.

“Bahwa sejarah juga bisa dibikin sebuah media untuk menghibur masyarakat. Ketika kita bicara olahraga, tentunya ini bagian dari olahraga masyarakat yang tujuannya supaya lebih bahagia. Kalau peserta, tiap tahun pasti naik-turun,” kata Heru.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dispora Tulungagung Achmad Mugiyono mengaku bahwa tahun ini gerak jalan kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo diikuti 81 peleton.

Jumlah itu terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari OPD, lembaga sekolah, dan masyarakat umum.

“Jumlahnya mengalami penurunan dari tahun kemarin. Karena saat ini masa ujian sekolah. Jadi, untuk anak sekolah (yang menjalani ujian, Red), kita tidak bisa mengikutkan,” ucap laki-laki yang karib disapa Mamad ini.

Dia mengungkapkan bahwa event ini bertujuan sebagai media edukasi, hiburan, dan sosialisasi ke masyarakat. Diharapkan, masyarakat Tulungagung makin melek sejarah, budaya, dan terdorong untuk berolahraga.

“Harapan ke depan, dengan adanya olahraga tradisional, agar masyarakat gemar berolahraga untuk menuju Indonesia Sehat,” tandasnya. (dit/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bonorowo #ketandan #tiban #napak tilas #Hari jadi tulungagung #dispora