FEATURES - Menjadikan setiap tarian sebagai ungkapan rasa.
Taniya Sahisnu Sufisyar, cewek 19 tahun asal Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, ini mampu meraih segudang prestasi di tingkat Kabupaten Tulungagung hingga nasional.
Menari bukan hanya sekadar hobi.
Menari juga bukan hanya sekadar untuk meraih prestasi.
Tetapi, menari merupakan sebuah media mengungkapkan perasaan.
Hal inilah yang dipegang Taniya Sahisnu Sufisyar.
Dia sejak umur 6 tahun sudah suka menari.
Bagi dia, menari bukan hanya bagian dari seni, melainkan sebagai sarana untuk bercerita.
Dengan kata lain, cerita yang tidak bisa diungkapkan lewat kata, tetapi bisa melalui anggunnya gerak tubuh dan alunan musik.
"Menari adalah bagian dari hidup saya. Lebih dari setengah hidup saya adalah menari," ungkapnya.
Taniya menyebut telah banyak merasakan pengaruh positif dari menari.
Seperti contoh, menari bisa mengantarkannya untuk mengenal lebih banyak banyak relasi baru.
Baca Juga: Sosok Kartini Modern, Triswati Sasmito Selalu Fokus dalam Kiprah Sosial
Tentunya hal tersebut juga untuk menambah pengalaman dan kesempatan yang sebelumnya belum pernah dia dapatkan.
Dalam bidang kesenian tari, dia telah banyak mendapatkan prestasi.
Prestasi tersebut diraihnya di berbagai ajang kompetisi.
Baik di tingkat kabupaten maupun tingkat nasional.
Tak hanya prestasi kompetisi, dia juga banyak meraih prestasi nonkompetisi seperti berkesempatan menari di berbagai acara penting.
Hingga sempat diminta perform menari di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Anjungan Jawa Timur.
Terakhir, dia menjuarai kompetisi menari dalam gelaran FLS2N tingkat Kabupaten Tulungagung tahun lalu.
Bahkan, dia berhasil menyabet juara satu di ajang festival menari via online tingkat nasional tahun 2024 lalu.
"Menari adalah sesuatu yang membuat saya bangga. Bukan hanya bangga karena mendapat kejuaraan di ajang lomba, melainkan juga bangga karena dapat menyampaikan pesan lewat menari kepada orang banyak," ucap cewek 19 tahun tersebut.
Taniya hingga saat ini masih terus menari di berbagai event.
Dia juga memiliki impian untuk turut membangun Indonesia melalui dunia seni.
Ketertarikannya pada dunia seni muncul dari rasa ingin tahu terhadap perkembangan dan kelestarian kesenian di Indonesia, khususnya Kabupaten Tulungagung.
"Saya merasa bangga bisa menginspirasi teman sebaya saya untuk ikut melestarikan seni budaya yang semakin tergerus zaman," pungkasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri