TULUNGAGUNG - Banyak orang tua maupun calon orang tua bertanya-tanya: apakah benar biaya membesarkan anak perempuan lebih mahal dibanding anak laki-laki?
Bahkan, ada anggapan bahwa biaya anak perempuan bisa dua kali lipat lebih besar daripada anak laki-laki.
Apakah ini fakta berdasarkan data atau hanya mitos yang berkembang di masyarakat?
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap perbandingan biaya antara anak perempuan dan laki-laki dari berbagai aspek.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, gaya hidup, hingga kebutuhan khusus lainnya.
Biaya Pendidikan: Relatif Sama, tapi Bisa Berbeda
Secara umum, biaya pendidikan formal tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin.
Anak laki-laki dan perempuan membayar biaya sekolah, seragam, buku, dan les tambahan dengan nominal yang sama.
Namun, perbedaan bisa muncul dari pilihan sekolah dan minat anak.
Misalnya:
- Anak perempuan lebih sering ikut les seni, musik, atau kursus lainnya yang bersifat tambahan.
- Orang tua mungkin lebih cenderung mendaftarkan anak perempuan ke sekolah berbasis keagamaan atau sekolah khusus perempuan yang biayanya lebih tinggi.
Jadi, perbedaan biaya pendidikan lebih dipengaruhi oleh pilihan dan minat, bukan jenis kelamin semata.
Gaya Hidup dan Perawatan Diri
Di sinilah banyak orang merasa bahwa biaya anak perempuan lebih tinggi.
Beberapa hal yang bisa menambah pengeluaran:
- Perawatan pribadi: Skincare, salon, kebutuhan kebersihan khusus perempuan.
- Pakaian & aksesori: Anak perempuan biasanya memiliki koleksi baju dan aksesori yang lebih banyak, karena tuntutan sosial dan estetika.
- Tren & media sosial: Anak perempuan remaja lebih rentan terhadap pengaruh media sosial, yang bisa mendorong konsumsi barang-barang tertentu.
Walau ini tergantung pada gaya pengasuhan, statistik menunjukkan bahwa keluarga bisa mengeluarkan 20–40% lebih banyak untuk kebutuhan gaya hidup anak perempuan.
Kesehatan dan Kebutuhan Khusus
Beberapa kebutuhan kesehatan anak perempuan bisa membuat biaya lebih tinggi, misalnya:
- Produk menstruasi bulanan (pembalut, dll)
- Kunjungan ke dokter kandungan saat remaja
- Vaksin HPV yang direkomendasikan untuk anak perempuan sejak usia sekolah
Ini adalah biaya yang tidak ada pada anak laki-laki, dan bisa berdampak pada pengeluaran jangka panjang.
Pernikahan dan Budaya Sosial
Dalam beberapa budaya (termasuk di sebagian masyarakat Indonesia), orang tua perempuan sering kali menanggung lebih banyak biaya saat anak menikah, seperti:
- Biaya seserahan
- Biaya resepsi
- Persiapan pernikahan lainnya
Meski hal ini tidak berlaku universal dan bisa berubah tergantung adat serta kondisi keluarga, faktor budaya ini turut memperkuat anggapan bahwa anak perempuan "lebih mahal".
Studi dan Data: Apa Kata Penelitian?
Menurut beberapa studi internasional (seperti dari Forbes dan CNN Money), biaya membesarkan anak perempuan di beberapa negara bisa 10–30% lebih tinggi dibanding anak laki-laki, terutama di kalangan menengah ke atas.
Namun, tidak ada data pasti yang menunjukkan bahwa biayanya bisa mencapai 2x lipat, kecuali dalam kondisi tertentu (misalnya, jika orang tua sangat fokus pada penampilan dan pendidikan tambahan anak perempuan).
Fakta atau Mitos? Jadi, apakah benar biaya anak perempuan dua kali lebih besar dari anak laki-laki?
Fakta sebagian: Ada beberapa aspek yang memang membuat biaya anak perempuan lebih tinggi, terutama dari sisi perawatan diri, kesehatan, dan budaya sosial.
Tapi bukan mutlak 2x lipat: Perbedaan biaya sangat tergantung pada gaya hidup, prioritas keluarga, dan pola asuh.
Yang terpenting, orang tua perlu fokus pada kebutuhan anak secara individual, bukan berdasarkan gender.
Setiap anak, perempuan atau laki-laki, punya kebutuhan dan potensi masing-masing yang layak didukung sepenuhnya.***
Editor : Vidya Sajar Fitri