Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tren Fashion 2000-an Kembali Digilai Anak Muda, Berikut Alasan Gen Z Ketagihan Gaya Y2K

Shofia Indana Zulfa • Rabu, 24 September 2025 | 02:10 WIB

 

Gaya Y2K kembali jadi favorit Gen Z, memadukan tren fashion 2000-an dengan sentuhan modern yang penuh warna dan ekspresif. (Foto: Tiktok)
Gaya Y2K kembali jadi favorit Gen Z, memadukan tren fashion 2000-an dengan sentuhan modern yang penuh warna dan ekspresif. (Foto: Tiktok)

RADAR TULUNGAGUNG - Tren fashion memang selalu berputar. Apa yang dulu dianggap ketinggalan zaman, tiba-tiba kembali jadi sorotan di dunia mode.

Itulah yang terjadi dengan gaya Y2K fashion khas awal tahun 2000-an yang kini kembali booming di kalangan Gen Z.

Dari low-rise jeans, kacamata warna-warni, hingga tas mini baguette, semua elemen fashion yang sempat jadi ikon di era Britney Spears dan Paris Hilton ini kini mendominasi feed TikTok, Instagram, dan bahkan runway brand-brand ternama.

Pertanyaannya, apa yang membuat Gen Z begitu terpesona dengan gaya retro ini?

Nostalgia yang Tak Pernah Mati

Meski banyak di antara Gen Z bahkan belum lahir ketika gaya Y2K pertama kali populer, tren ini justru membawa nuansa nostalgia yang segar.

Baca Juga: Gaya Hidup Simpel dalam Fashion: Minimalis tapi Tetap Stylish

Media sosial punya peran besar dalam membangkitkan memori kolektif tentang fashion era 2000-an.

Video klip lawas, film remaja tahun 2000-an, hingga serial ikonik seperti Gossip Girl dan Mean Girls jadi sumber inspirasi utama.

Di TikTok, tagar seperti #Y2Kfashion sudah ditonton miliaran kali, menunjukkan betapa besarnya daya tarik estetika era tersebut bagi generasi muda saat ini.

Fashion Y2K menawarkan kesan menyenangkan, penuh warna, dan sedikit “over the top” dibandingkan gaya minimalis yang sempat mendominasi beberapa tahun terakhir.

Inilah yang membuatnya terasa segar di mata Gen Z.

Faktor-faktor yang Mendorong Popularitas Y2K di Kalangan Gen Z

Ada beberapa alasan mengapa tren ini bisa kembali sedemikian kuat.

1. Ekspresi Diri yang Berani

Gen Z dikenal sebagai generasi yang menghargai keunikan dan kebebasan berekspresi.

Gaya Y2K yang penuh warna, berkilau, dan kadang dianggap “berlebihan” justru memberi ruang bagi kreativitas tanpa batas.

Crop top berpayet, celana kargo longgar, hingga sepatu platform tinggi jadi simbol bahwa fashion tak selalu harus mengikuti aturan.

Bagi Gen Z, pakaian adalah cara menunjukkan kepribadian dan gaya hidup mereka.

2. Pengaruh Pop Culture dan Media Sosial

Tak bisa dipungkiri, TikTok dan Instagram adalah motor utama di balik kebangkitan tren ini.

Influencer, selebriti, hingga K-Pop idol seperti BLACKPINK dan NewJeans sering tampil dengan outfit bergaya Y2K, yang langsung jadi inspirasi bagi jutaan pengikut mereka.

Baca Juga: Ingin Tampil Stylish? Ini 10 Aplikasi Fashion Terbaik yang Wajib Kamu Coba!

Selain itu, brand fashion global ikut mendorong tren ini dengan meluncurkan koleksi bertema retro yang dikemas modern. Hasilnya, fashion Y2K makin mudah diakses dan diterima pasar luas.

3. Sustainability dan Thrifting

Menariknya, banyak item Y2K yang kini diburu di toko thrift atau platform preloved. Gen Z yang peduli pada isu lingkungan melihat tren ini sebagai cara untuk tetap stylish tanpa harus membeli pakaian baru yang memicu limbah mode.

Baju-baju vintage tahun 2000-an dianggap unik karena tidak diproduksi massal lagi, sekaligus memberi sentuhan personal bagi pemakainya.

Di Indonesia, tren Y2K juga berkembang pesat dengan adaptasi lokal. Brand-brand fashion dan thrift store di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menawarkan koleksi yang terinspirasi gaya tahun 2000-an.

Mulai dari jaket denim oversized, kacamata futuristik, hingga tas mini berwarna mencolok.

Selain itu, anak muda Indonesia kerap memadukan gaya Y2K dengan elemen budaya lokal seperti batik atau kain tenun untuk menciptakan tampilan yang unik dan otentik.

Hal ini membuat tren Y2K tidak hanya jadi tiruan gaya luar negeri, tetapi juga punya identitas sendiri di dalam negeri. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#gaya retro #Y2K #fashion #tren fashion