TULUNGAGUNG - Di era digital seperti sekarang, gangguan saat belajar semakin banyak, mulai dari suara notifikasi gadget, kebisingan di rumah, hingga kurangnya minat terhadap materi pelajaran.
Banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka yang sulit fokus, cepat bosan, atau gapmpang terdistraksi saat belajar, terutama di rumah.
Namun, kabar baiknya ada strategi sederhana dan efektif yang bisa membantu anak lebih fokus, lebih semangat, dan menikmati proses belajar.
Berikut 5 strategi yang bisa mulai kamu terapkan hari ini.
1. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Bebas Gangguan
Lingkungan belajar memegang peran besar dalam membantu anak fokus. Pastikan area belajar anak:
- Bebas dari suara TV atau musik keras
- Tidak berdekatan dengan mainan atau benda yang bisa mengalihkan perhatian
- Terorganisir dengan rapi — meja bersih, alat tulis lengkap
2. Terapkan Teknik Belajar Berjeda (Pomodoro)
Teknik Pomodoro sangat efektif untuk meningkatkan fokus anak. Caranya:
- Belajar selama 25 menit
- Istirahat 5 menit
- Ulangi 4 kali, lalu istirahat panjang 15–30 menit
Metode ini cocok untuk anak-anak yang cepat bosan atau tidak bisa duduk lama. Belajar jadi terasa ringan dan tidak melelahkan.
3. Tetapkan Tujuan Kecil dan Realistis
Anak-anak cenderung kehilangan fokus jika tujuan belajarnya terlalu besar atau tidak jelas. Coba ubah target belajar menjadi:
- "Mengerjakan 5 soal matematika hari ini"
- "Membaca 3 halaman buku cerita"
Tujuan kecil membantu anak merasa pencapaiannya nyata dan memotivasi mereka untuk lanjut ke tahap berikutnya.
4. Jadwalkan Waktu Belajar dan Bermain Secara Seimbang
Anak juga butuh waktu bermain untuk menghindari kejenuhan.
Jadwal belajar yang terlalu padat bisa membuat anak frustrasi. Buat rutinitas harian yang seimbang, misalnya:
- Belajar 1 jam pagi hari
- Bermain bebas 30 menit
- Belajar 1 jam sore
5. Libatkan Anak dalam Proses Belajarnya
Anak akan lebih fokus jika merasa punya kendali terhadap apa yang mereka pelajari. Coba tanyakan:
- “Mau mulai dari pelajaran apa hari ini?”
- “Bagian mana yang paling kamu suka dari materi ini?”
Saat anak merasa dilibatkan, mereka akan lebih tertarik dan fokus saat belajar. Jangan lupa berikan pujian atas usaha, bukan hanya hasil.
Jadi, dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menetapkan tujuan kecil, menggunakan teknik belajar berjeda, mengatur jadwal seimbang, dan melibatkan anak secara aktif, Anda bisa membantu mereka membentuk kebiasaan belajar yang positif dan menyenangkan.
Ingat, setiap anak berbeda. Cobalah beberapa strategi di atas dan lihat mana yang paling cocok untuk anakmu.
Yang terpenting, dukung mereka dengan sabar dan konsisten.***
Editor : Vidya Sajar Fitri