TULUNGAGUNG - Pernah melihat teman atau mungkin kamu sendiri baru bisa makan kalau sambil nonton YouTube, TikTok, atau kartun?
Entah itu nonton Windah Basudara main game, Nadia Omara cerita horor, atau sekadar video mukbang.
Kebiasaan ini ternyata sudah jadi gaya hidup khas Gen Z.
Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana hiburan digital kini menjadi bagian dari aktivitas paling sederhana: makan.
Kebiasaan makan sambil menonton bukan cuma sekadar tren iseng.
Ada alasan psikologis dan sosial yang melatarbelakanginya.
Gen Z tumbuh di tengah derasnya arus informasi dan hiburan digital.
Otak mereka terbiasa menerima stimulasi ganda, mendengar, melihat, dan berpikir dalam waktu bersamaan.
Karena itu, makan tanpa tontonan terasa sepi dan membosankan.
Selain itu, tontonan juga bisa jadi bentuk “teman makan virtual”.
Saat makan sendiri, menonton seseorang yang sedang ngobrol, main game, atau cerita horor bisa menciptakan sensasi kehadiran sosial.
Ini cara Gen Z mengatasi rasa sepi dan membuat suasana makan lebih nyaman.
Dari sisi emosional, makan sambil nonton bisa memicu hormon dopamin, yang membuat aktivitas sederhana terasa lebih menyenangkan.
Tontonan lucu atau seru bisa memperbaiki mood dan membuat makanan terasa lebih nikmat.
Namun, kebiasaan ini juga bisa berdampak negatif jika berlebihan.
Tanpa disadari, seseorang bisa makan berlebihan karena terlalu fokus pada layar, atau merasa “tidak lengkap” kalau makan tanpa tontonan.
Wajar, Tapi Perlu Batas
Kebiasaan ini wajar banget, asal gak sampai bikin:
-
Gak sadar porsi makan (overeating),
-
Ketergantungan (gak bisa makan tanpa nonton),
-
Atau malah ganggu waktu sosial (misalnya makan bareng keluarga tapi fokus ke layar).
Kalau udah sampai situ, berarti perlu dikontrol sedikit biar tetap mindful saat makan.
Jadi, kebiasaan Gen Z yang harus nonton dulu sebelum makan bukanlah hal aneh, melainkan cerminan gaya hidup digital yang penuh hiburan dan koneksi virtual.
Wajar saja jika makan sambil nonton jadi momen “me time” favorit.
Namun, tetap penting untuk menjaga keseimbangan agar makan tetap mindful dan tidak bergantung sepenuhnya pada layar.***
Editor : Vidya Sajar Fitri