JAKARTA – Tren kendaraan listrik di Indonesia semakin menjamur, namun kekhawatiran akan baterai yang tiba-tiba habis di tengah jalan masih menjadi momok bagi pengguna. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah performa dan jarak tempuh Uwinfly T70. Sepeda listrik yang desainnya menyerupai motor matik ini seringkali diragukan ketahanannya, terutama saat menghadapi medan berat atau digunakan untuk perjalanan jauh antarkota.
Pengalaman pengguna sebelumnya menunjukkan bahwa sepeda listrik ini sempat mogok meski indikator baterai masih menunjukkan tiga strip. Namun, setelah dilakukan penanganan yang tepat, terungkap bahwa kunci utama stabilitas jarak tempuh Uwinfly T70 terletak pada proses pengisian daya pertama kali. Pengguna sangat disarankan untuk melakukan kalibrasi baterai dengan cara mengecasnya hingga penuh sebelum unit digunakan untuk pertama kalinya, guna menghindari gangguan sistem manajemen baterai (BMS).
Dalam uji coba terbaru yang dilakukan secara intensif, performa jarak tempuh Uwinfly T70 terbukti mampu melampaui ekspektasi. Dengan menggunakan baterai tipe Lithium Ion 12V 12A, sepeda listrik ini sanggup menempuh rute lebih dari 44 kilometer dalam sekali pengisian daya. Hasil ini terbilang impresif mengingat medan yang dilalui bukan sekadar jalan aspal halus, melainkan kombinasi jalanan kampung yang rusak hingga tanjakan bukit yang cukup terjal.
Baca Juga: Kapan Rapel Kenaikan Gaji PNS dan Pensiunan Cair? Ini Sinyal Terbaru April 2026 dari Menkeu
Ketangguhan di Medan Tanjakan
Banyak orang bertanya-tanya, apakah sepeda listrik kuat menanjak? Pada pengujian kali ini, Uwinfly T70 dipaksa mendaki jalanan dengan kemiringan sekitar 11 derajat. Menggunakan mode kecepatan (speed) 3 dan gas diputar maksimal, motor listrik ini ternyata mampu mendaki dengan stabil tanpa gejala kehilangan tenaga yang berarti. Meski berat stangnya terasa lebih ringan dibanding motor bensin seperti Honda Scoopy, stabilitasnya saat melibas tanjakan gunung patut diacungi jempol.
Kecepatan maksimal (top speed) yang berhasil diraih selama pengujian menyentuh angka 46 km/jam pada kondisi jalan datar. Menariknya, saat baterai mulai berkurang hingga menyisakan dua strip setelah menempuh jarak puluhan kilometer, akselerasi dari posisi nol masih terasa cukup responsif. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan sel baterai Lithium memberikan keunggulan konsistensi tenaga dibandingkan dengan baterai tipe Lead Acid (SLA) konvensional.
Tips Modifikasi Baterai Cadangan Tanpa Bongkar
Selain performa mesin, fleksibilitas penyimpanan baterai juga menjadi sorotan. Pengguna bisa "mengakali" pemasangan baterai cadangan tanpa harus melakukan modifikasi ekstrem atau merusak bodi sepeda. Cukup dengan menyelipkan baterai cadangan di bawah jok dan mengganjalnya menggunakan benda empuk seperti jas hujan agar tidak goyang (oblak) saat melewati jalanan bergelombang.
Sistem kabel juga bisa diatur sedemikian rupa agar bisa langsung dicolokkan ke soket utama jika baterai bawaan habis. Dengan trik ini, jarak tempuh bisa berlipat ganda tanpa perlu takut terdampar di tengah jalan. Selain itu, fitur cruise control pada stang kanan sangat membantu pengendara untuk mengistirahatkan tangan saat menempuh perjalanan jauh di jalur lurus, sehingga perjalanan terasa lebih santai dan tidak melelahkan.
Kenyamanan dan Legalitas di Jalan Raya
Dari sisi kenyamanan, Uwinfly T70 memiliki keunggulan pada joknya yang empuk dan berpegas, berbeda dengan beberapa tipe lain yang joknya cenderung keras. Meskipun sistem shockbreaker-nya masih menggunakan per standar tanpa oli yang memberikan efek memantul (mentul-mentul), secara keseluruhan sepeda ini tetap nyaman untuk penggunaan harian di rute pendek maupun menengah.
Terkait legalitas, pengendara diingatkan untuk tetap bijak saat melintas di jalan raya. Mengingat sepeda listrik tidak dikenakan pajak kendaraan bermotor, penggunanya disarankan untuk selalu berkendara di sisi tepi jalan atau memanfaatkan jalur khusus sepeda jika tersedia. Tetap menggunakan helm demi keselamatan adalah hal wajib, meskipun unit yang dikendarai secara teknis adalah sepeda listrik, guna menghindari teguran dari petugas kepolisian di area perkotaan.
Editor : Natasha Eka Safrina