RADAR TULUNGAGUNG - Polytron kembali jadi perbincangan setelah salah satu kreator otomotif mengulas performa motor listrik Polytron Fox 350 di jalanan perkotaan.
Dalam video review tersebut, motor listrik Polytron Fox 350 diuji membawa beban hingga 75 kilogram di bagian depan, namun tetap mampu melaju dengan responsif.
Motor listrik Polytron Fox 350 disebut memberikan sensasi berkendara yang tidak jauh berbeda dengan motor bensin.
Bedanya, tenaga motor listrik terasa lebih instan saat tuas gas diputar. Pengulas bahkan menyebut akselerasi motor ini cukup mengejutkan untuk kelas motor listrik harian.
Salah satu poin yang paling disorot dalam review adalah desain stang yang lebih lebar dibanding motor matic kebanyakan.
Hal itu membuat posisi berkendara terasa berbeda, terutama bagi pengguna yang terbiasa memakai motor seperti Yamaha Lexi atau Honda Beat.
“Stangnya memang agak besar dan spionnya juga melebar. Kalau suka selap-selip di jalan mungkin lebih nyaman kalau spion diganti,” ujar sang reviewer dalam videonya.
Baca Juga: 10 HP 5G Murah Terbaik 2026 dengan UFS 2.2, Performa Ngebut dan Harga Mulai Rp2 Jutaan
Suspensi Belakang Jadi Sorotan
Selain desain stang, sektor suspensi belakang juga menjadi perhatian. Reviewer mengakui suspensi belakang Polytron Fox 350 terasa agak keras untuk motor berbobot ringan. Namun karakter tersebut justru membuat handling motor terasa lebih stabil saat digunakan bermanuver.
Menurutnya, kekurangan tersebut masih bisa diatasi dengan melakukan penyetelan ulang suspensi agar lebih empuk sesuai kebutuhan pengguna.
Dalam pengujian tersebut, motor diajak berkeliling kawasan Grand Wisata hingga Jalan Raya Setu Tambun sambil membawa tiga karung pasir kucing dan makanan hewan dengan total berat mencapai 75 kilogram.
Menariknya, seluruh beban diletakkan di bagian depan motor. Tujuannya untuk menguji kekuatan rangka sekaligus respons suspensi depan saat menerima tekanan berlebih.
Tetap Kuat Meski Membawa Beban Berat
Hasil pengujian menunjukkan Polytron Fox 350 masih mampu melaju dengan baik meski membawa beban cukup ekstrem. Reviewer mengatakan tenaga motor tetap responsif, terutama saat menggunakan mode S.
Motor bahkan masih mampu menembus kecepatan di atas 60 km/jam saat membawa muatan penuh. Hal yang paling terasa hanya travel suspensi depan menjadi lebih pendek akibat tekanan beban.
“Kalau dibanding Lexi, ini enggak mentok. Suspensinya cuma habis travel-nya saja,” katanya.
Pengulas juga memuji kekuatan rangka motor listrik tersebut. Ia menilai konstruksi Polytron Fox 350 terasa lebih meyakinkan dibanding beberapa motor murah dengan kualitas rangka yang sering dipertanyakan.
Cocok untuk Mobilitas Harian
Dalam review tersebut, Polytron Fox 350 disebut cocok digunakan untuk kebutuhan mobilitas harian, khususnya perjalanan jarak pendek hingga menengah.
Reviewer menilai motor listrik ini lebih masuk akal dibanding membeli motor bensin bekas di rentang harga Rp15 jutaan. Sebab pengguna mendapatkan unit baru dengan teknologi lebih modern, termasuk pengereman cakram dan biaya operasional yang jauh lebih hemat.
Ia juga menjelaskan motor listrik sangat ideal untuk pekerja dengan jarak tempuh harian di bawah 50 kilometer. Dengan pola penggunaan normal, pengisian daya cukup dilakukan dua hari sekali.
Namun untuk perjalanan jauh lintas kota seperti Bekasi menuju Tangerang, reviewer menyarankan tetap menggunakan motor bensin karena waktu pengisian baterai motor listrik masih cukup lama.
Kekurangan Motor Listrik yang Mulai Dirasakan Pengguna
Meski banyak memuji performa Polytron Fox 350, reviewer juga mengungkap beberapa kekurangan motor listrik yang mulai dirasakan pengguna di jalan raya.
Salah satunya adalah suara motor yang terlalu senyap. Kondisi ini membuat pengendara lain sering tidak sadar ada motor di samping mereka saat hendak berpindah jalur.
Menurutnya, banyak pengendara di jalan lebih peka terhadap suara kendaraan dibanding lampu sein atau spion. Akibatnya, pengguna motor listrik lebih sering mengalami situasi dipotong kendaraan lain secara tiba-tiba.
Selain itu, isu resale value dan usia baterai juga menjadi perhatian penting sebelum membeli motor listrik. Reviewer mengingatkan motor listrik akan lebih terasa manfaatnya jika digunakan rutin, bukan hanya disimpan di garasi.
Sebab pengguna motor listrik tidak perlu rutin mengganti oli maupun komponen CVT seperti pada motor bensin. Faktor inilah yang membuat biaya perawatan jauh lebih hemat dalam jangka panjang.
Di akhir video, reviewer menyebut pengujian tersebut cukup objektif karena motor sudah dicoba untuk penggunaan normal, tanjakan, hingga membawa beban berat. Ia juga membuka peluang membandingkan Polytron Fox 350 dengan motor listrik lain seperti Uwinfly di kesempatan berikutnya.
Baca Juga: 10 HP 5G Murah Terbaik 2026 dengan UFS 2.2, Performa Ngebut dan Harga Mulai Rp2 Jutaan
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan