Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ribuan Penggemar Motor Trail Tua Tumpah Ruah di Dataran Sejuk Baturiti Bali

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 10 Juli 2025 | 18:00 WIB
Pencinta motor trail lawas tumpah ruah di kawasan pegunungan Baturiti, Bali.
Pencinta motor trail lawas tumpah ruah di kawasan pegunungan Baturiti, Bali.

BALI – Deru mesin dua tak memecah keheningan kawasan pegunungan Baturiti, Bali. Asap knalpot tipis menguar di antara pepohonan pinus, disambut senyum para rider yang datang dari segala penjuru negeri.

Inilah Arisan Tril Tua ke-8 (ATT 8), ajang sakral bagi para pecinta motor trail lawas, yang berlangsung khidmat sekaligus semarak di Bali Outbond Farmstay (BOF), Tabanan, Bali, pada 28–29 Juni 2025.

Lebih dari 3.500 pecinta tril tua dari seluruh nusantara berkumpul, mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua.

Di antara mereka, 1.127 peserta tercatat secara resmi mengikuti agenda utama kegiatan.

Semua menyatu dalam satu semangat: merayakan kebersamaan dan cinta terhadap roda dua klasik yang penuh cerita.

ATT ke-8 tidak hanya sekadar pertemuan biasa. Tahun ini terasa istimewa karena kembali digelar di tanah kelahiran Geng Tril Tua Indonesia.

“Bali adalah rumah bagi Geng Tril Tua. Di sinilah semuanya bermula,” kata Ricky Manggala, Presiden Geng Tril Tua Indonesia, dalam sambutan hangatnya di tengah udara sejuk pegunungan.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga SSos, yang hadir membuka acara bersama unsur Muspida, menyampaikan apresiasinya terhadap event ini.

“Acara ini menjadi sarana positif bagi anak muda menyalurkan minat otomotif sekaligus memperkenalkan keindahan Bali,” ujarnya.

Suasana ATT 8 bukan hanya tentang offroad dan kontes motor tua.

Ada semangat silaturahmi, tawa riang di antara tenda-tenda, hingga tetes air mata haru para panitia lokal yang berhasil menyambut ribuan peserta dengan tangan terbuka.

Leponk Schatzy, tokoh penting sekaligus konseptor acara ATT 8, mengungkapkan betapa berat perjuangan menggelar acara sebesar ini.

“Saya bermimpi tinggi untuk ATT 8. Kami ingin ini jadi momen tak terlupakan. Sampai tetes air mata ini, adalah bukti perjuangan kami menyatukan semua dalam satu rumah bernama Bali,” tuturnya dengan suara bergetar.

Acara tidak hanya diramaikan dengan deru motor.

Panitia menyajikan berbagai kegiatan bermakna: bakti sosial, santunan untuk anak-anak asuh Bali Geng Tril Tua, hingga penanaman ratusan bibit pohon sebagai wujud cinta pada alam.

Tak ketinggalan, kontes motor klasik, balap hore, bazar UMKM, dan pagelaran seni Bali mewarnai malam di bawah langit Baturiti.

Denting gamelan berpadu dengan deru motor, menjadi harmoni unik yang hanya bisa ditemukan di ATT.

Satu unit Honda CR80 tahun 1980 menjadi hadiah utama undian peserta.

Di tengah sorak-sorai, nama Arix JH dari Bojonegoro Trail Vintage disebut sebagai pemilik registrasi 00516 yang berhak membawa pulang motor legendaris tersebut.

Senyum lebar pun mekar di wajahnya, disambut pelukan rekan-rekannya.

ATT 8 di Bali membuktikan bahwa komunitas motor klasik bukan hanya soal kendaraan, tapi tentang ikatan batin, sejarah, dan kebersamaan lintas daerah.

Sebuah perhelatan yang lebih mirip “mudik akbar” bagi mereka yang pulang ke rumah: Baturiti, tempat segalanya bermula.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#offroad #motor #Trail #bali