KOTA BLITAR - Polisi akhirnya mengamankan pria yang mengamuk dan merobohkan road barrier di Jembatan Trisula Kademangan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, aksi pria pembuat onar itu sempat terekam kamera closed circuit television (CCTV). Belakangan diketahui, pria bernama Jaenal itu diduga mengidap depresi berat usai kisah cintanya kandas.
Jaenal diamankan polisi di salah satu kantor peternakan di Srengat pada Selasa (13/6) lalu. Di kantor tersebut, warga Kecamatan Wonotirto itu juga sempat berulah dengan mengacak-acak seisi ruangan dan memecahkan kaca jendela. Kepada polisi, Jaenal mengaku sedang mencari kekasihnya. “Orang yang dirugikan itu tahu pelaku kurang sehat secara kejiwaan, akhirnya dimediasi. Namun, yang bersangkutan ini malah kabur,” ungkap Kapolsek Srengat Kompol Wahono kepada koran ini kemarin (14/6).
Mei lalu, pemuda 23 tahun itu juga berulah. Sejumlah pot bunga dan lampu di depan Kantor Wali Kota Blitar dirusak. Bahkan, posko pengamanan polisi juga menjadi sasaran keonaran. Aksinya itu diduga karena pelaku hilang kendali. Tindakan tak terpuji itu membuat aparat setempat menerapkan restorative justice (RJ). Sayang, hal itu urung membuat Jaenal jera. Teranyar, sejumlah mobil dan road barrier juga dirusak olehnya.
Kronologi perusakan fasilitas umum (fasum) itu bermula saat Jaenal sedang berada di JembatanTrisula. Dia mengendarai sepeda motor, lalu berhenti di jembatan sisi barat yang menghubungkan Blitar-Tulungagung itu. Setelah turun dari motor, Jaenal menendangi sejumlah road barrier sebagai pembatas arus lalu lintas. “Kami koordinasi dengan Polres Blitar Kota untuk diskusi dengan pihak keluarga. Bilamana memang mengidap gangguan jiwa, rekomendasinya ke rumah sakit jiwa,” tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan