Tulungagung - Dua lady companion (LC) atau pemandu lagu dan satu pengunjung warung kopi karaoke teridentifikasi positif Amphetamine saat menjalani tes urine oleh BNNK Tulungagung.
Setelah menjalani asesmen, hasilnya, dua orang dinyatakan pengguna pemula dan harus menjalani rawat jalan.
Kepala BNNK Tulungagung, Rose Iptriwulandhani mengatakan, sebelumnya pada Kamis (5/12) malam, petugas BNNK Tulungagung, satpol PP, dan Satreskoba Polres Tulungagung melakukan Operasi Cipta Kondisi dengan sasarannya yakni warung kafe karaoke.
Pada operasi tersebut, petugas juga melakukan tes urine bagi pemandu lagu dan pengunjung.
Melalui hasil tes urine, didapati dua orang pemandu lagu dan satu orang pengunjung warung kafe karaoke dinyatakan positif mengandung Amphetamine.
Dikarenakan perlu pendalaman lebih lanjut, ketiga orang itu kemudian dibawa ke Kantor BNNK Tulungagung untuk menjalani asesmen.
"Kemarin tiga orang itu kami bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk asesmen. Karena memang kandungan Amphetamine ini termasuk psikotropika golongan dua," jelasnya (12/12).
Setelah melakukan asesmen, diketahui salah satu pemandu lagu dipastikan tengah menjalani masa pengobatan untuk sakit batuk dan flu yang dideritanya. Kemudian untuk dua orang sisanya, yakni pemandu lagu dan suaminya, dipastikan merupakan pengguna narkotika namun dalam tahap pemula.
Hal itu dibuktikan lantaran tingkat ketergantungan pasutri tersebut dalam penggunaan narkotika yang terbilang masih sangat ringan dan bisa dikendalikan.
Terlebih, keduanya juga mengaku tidak sedang menjalani pengobatan apa pun.
Hal ini menguatkan jika keduanya merupakan pengguna narkotika.
"Satu orang dipastikan bukan pengguna karena sedang dalam masa pengobatan untuk sakit batuk dan flu. Yang suami istri ini pengguna pemula tarafnya, itu hasil asesmen kami," ungkapnya.
Sesuai hasil asesmen, pihaknya memastikan apabila pasutri tersebut harus menjalani rehabilitasi rawat jalan yang dilakukan di kantor BNNK Tulungagung. Keputusan rawat jalan ini diambil lantaran mereka masih pengguna pemula atau coba-coba dan masih belum terlalu ketergantungan pada narkotika.
Tak hanya itu, pihaknya memastikan jika razia seperti ini akan terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak atau instansi lain untuk mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba.
Hal ini dilakukan agar kasus penyalahgunaan narkoba di Tulungagung dapat diberantas.
"Untuk asal usul maupun narkoba jenis apa yang dipakai oleh pasutri ini, masih didalami pihak kepolisian. Tugas kami hanya melakukan asesmen terhadap mereka yang diduga merupakan pengguna," pungkasnya.(ziz/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri