Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pelaku Mutilasi Antok Dikenal Kurang Bersosialisasi di Desa Gombang Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 28 Januari 2025 | 03:39 WIB
Pelaku mutilasi Ngawi seorang ketua ranting pencak silat di Tulungagung
Pelaku mutilasi Ngawi seorang ketua ranting pencak silat di Tulungagung

PAKEL, Radar Tulungagung - Rochmat Tri Hartanto alias Antok, 32, warga Desa Gombang Kecamatan Pakel Tulungagung berhasil diringkus petugas kepolisian lantaran kasus mutilasi Ngawi dengan korban Uswatun Khasanah, 29, warga Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.

Diketahui pelaku Antok ini dikenal sebagai pribadi yang kurang bersosialisasi di desanya, lantaran kerap bekerja ke luar wilayah desa.

Kepala Desa Gobang, Frejun Gintano membenarkan bahwasannya pelaku mutilasi Ngawi, Rochmat Tri Hartanto alias Antok, 32, merupakan warga Desa Gobang Kecamatan Pakel Tulungagung.

Diketahui pelaku Antok dikenal sebagai warga yang kurang bersosialisasi di desanya. “Iya benar itu (pelaku mutilasi – RED) merupakan warga Desa Gobang,” jelasnya kemarin (27/1).

Lanjut dia, keseharian pelaku Antok bekerja di luar wilayah desa sehingga pihaknya kurang mengetahui bagaimana keseharian dari pelaku pembunuhan sadis tersebut. Menurutnya pelaku Antok ini biasa-biasa saja dan kurang aktif dalam kegiatan desa.

“Kalau kesehariannya kurang tau, karena kerjanya di luar desa. Anaknya itu biasa-biasa saja. Tidak pernah aktif dalam kegiatan desa,” ucapnya.

Diketahui pelaku mutilasi korban Uswatun Khasanah ini memang jarang didapati di rumahnya. Antok juga kurang bersosialisasi dengan warga desa lainnya.

“Memang banyak di luar desa, jarang di rumah. Anaknya (Antok-RED) juga jarang bersosialisasi dengan warga desa lainnya,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang diolah oleh Tim Redaksi, Antok merupakan salah seorang ketua ranting salah satu perguruan pencak silat di Tulungagung. Tak hanya itu, pelaku mutilasi ini juga dikenal sebagai penjual mobil bodong sehingga kerap berada di luar wilayah desanya.

Hubungan pelaku Antok dengan korban Uswatun Khasanah yakni suami istri dari pernikahan siri. Pembuhunan sadis ini pun dilatar belakangi oleh sakit hati dari pelaku Antok.

Pembunuhan sadis mutilasi ini terjadi pada Minggu (19/1) di hotel yang berada di wilayah Kota Kediri. Sebelum terjadinya pembunuhan, pelaku dan korban sempat cekcok adu mulut.

Setelah terjadi cekcok tersebut, pelaku Antok mencekik leher korban hingga korban Uswatun Khasanah meninggal dunia.

Mendapati korban Uswatun Khasanah meninggal dunia, pelaku Antok merasa kebingungan dan mulai berpikir untuk membuang jasad janda dua anak tersebut.

Adapun pelaku Antok menyiapkan koper yang diambilnya di rumah. Kemudian pelaku Antok menyiapkan beberapa barang yang dibutuhkan, seperti plastik, lakban dan pisau yang baru dibelinya di salah satu tempat.

Diketahui pelaku Antok melakukan aksi mutilasinya pada Senin (20/1) dini hari. Dimana aksi mutilasi korban Uswatun Khasanah ini telah direncanakan oleh pelaku Antok, sehingga pelaku mengajak korban utnuk bertemu di hotel wilayah Kota Kediri.

Potongan jasad korban Uswatun Khasanah pun ditemukan di beberapa wilayah di Jawa Timur. Dimana potongan kepala korban ditemukan di Desa Slawe Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dan potongan kaki korban ditemukan di Kabupaten Ponorogo.(ziz)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Antok #mutilasi #uswatun khasanah