Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

17 Remaja di Bawah Umur di Tulungagung Terduga Ranjau Paku di Jalur Konvoi Pesilat Diamankan Polisi

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 2 Juli 2025 | 16:00 WIB

 

Kapolres Tulungagung saat mengungkap kasus dugaan pencabulan di pondok pesantren Tulungagung
Kapolres Tulungagung saat mengungkap kasus dugaan pencabulan di pondok pesantren Tulungagung

TULUNGAGUNG – Sejumlah 17 remaja di bawah umur yang diduga terlibat dalam aksi penebaran ranjau paku di Jalan Raya Pakel-Bandung, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (28/6/2025) malam diamankan pihak berwenang.

Aksi penebaran paku ini diduga dilakukan menjelang acara pengesahan warga baru perguruan silat di Tulungagung, namun justru berdampak pada masyarakat umum.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi membenarkan adanya penangkapan belasan remaja tersebut.

"Kami masih melakukan penyidikan. Nanti perkembangan akan kami sampaikan. Ini kasus yang harus kami tangani dengan sangat hati-hati karena berpotensi memicu konflik," ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Ryo Pradana menjelaskan, dari hasil penyelidikan, para pelaku mayoritas masih di bawah umur. Mereka telah menjalani pemeriksaan di Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Tulungagung.

Menurut AKP Ryo, total terduga pelaku ada 17 anak yang terlibat. Dan rata-rata dari daerah sekitar. Meski ada juga yang dari luar Kabupaten Tulungagung.

"Usia mereka di bawah 18 tahun, dan dari pengakuannya, aksi ini murni kenakalan remaja. Bukan rivalitas antar perguruan," jelasnya.

AKP Ryo menyebut, salah satu remaja bertindak sebagai koordinator, dan mereka membeli paku secara mandiri di toko bangunan.

“Kami sudah lakukan pembinaan. Mereka semua dikenai wajib lapor. Orang tua, pihak sekolah, perangkat RT, lurah, hingga kepala desa kami panggil untuk bersama melakukan pembinaan,” ungkapnya.

Penebaran paku tersebut semula diduga ditujukan untuk menghambat laju konvoi penggembira pengesahan perguruan silat.

Namun justru masyarakat umum yang paling dirugikan.

Banyak kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, mengalami ban bocor akibat tertusuk paku. Sejumlah mobil bahkan terpaksa berhenti di pinggir jalan, sementara pengendara motor harus ekstra hati-hati melintasi jalur tersebut.

Terdapat satu remaja perempuan, meski hanya melihat dan tidak ikut menyebar paku.

Sempat muncul keresahan, aksi penebaran paku ini tetap menjadi sorotan karena membahayakan keselamatan pengguna jalan. (sri/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pesilat #tulungagung #polres