Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tragedi Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Polisi Selidiki Motif dan Pelaku dari Kalangan Pelajar

Iqbal Pangestu • Minggu, 9 November 2025 | 02:15 WIB

SMAN 72 Kelapa Gading, lokasi yang kini menjadi perhatian publik usai insiden ledakan yang terjadi di area sekolah.
SMAN 72 Kelapa Gading, lokasi yang kini menjadi perhatian publik usai insiden ledakan yang terjadi di area sekolah.

RADAR TULUNGAGUNG - Insiden mengejutkan berupa dua ledakan melanda SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (07/11) siang, tepat saat pelaksanaan salat Jumat.

Ledakan SMAN 72 ini langsung diselidiki intensif oleh aparat keamanan dan Brimob.

Lokasi sekolah ini berada di Kompleks Perumahan TNI AL, Kelapa Gading.

Baca Juga: KPK Pastikan OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terkait Skandal Mutasi dan Promosi Jabatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terduga pelaku masih bagian dari lingkungan sekolah.

Pihak berwenang menduga Pelaku Ledakan Pelajar masih bagian dari lingkungan sekolah tersebut.

Data awal menunjukkan setidaknya 54 orang menjadi korban akibat Korban Ledakan Jakarta ini.

Korban mengalami beragam cedera, mulai dari luka bakar, luka ringan, hingga gangguan pendengaran.

Baca Juga: Tragedi Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Unud Diduga Akhiri Hidupnya Setelah Jadi Korban Bullying

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, memberikan data korban yang lebih terperinci.

Total terdapat 20 korban yang tengah menjalani perawatan medis intensif.

Korban tersebut terdiri dari tiga orang mengalami luka berat dan 17 orang menderita luka ringan.

Lodewijk bersyukur tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan konfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan pelajar sekolah tersebut.

Konfirmasi ini disampaikan dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta.

Terduga pelaku saat ini sedang menjalani operasi di rumah sakit akibat ledakan.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyebutkan usia terduga pelaku adalah 17 tahun.

Baca Juga: Per Oktober, 102.956 Batang Rokok Ilegal Disita di Tulungagung, Kerugian Negara Capai Ratusan Juta Rupiah

Motif di balik aksi peledakan ini masih menjadi misteri dan terus didalami oleh kepolisian.

Sejumlah pelajar SMAN 72 menduga bahwa pelaku adalah siswa yang kerap mengalami perundungan atau bullying.

Pelajar yang menjadi saksi menduga siswa ini berencana balas dendam dan bunuh diri.

Pelaku yang berusia 17 tahun ini disebut selalu menyendiri dan sering membuat gambar mengerikan.

Baca Juga: Sering Mengisap Jari Saat Terluka, Termasuk Kebiasaan Alami atau Berbahaya? Begini Penjelasannya

Ledakan terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di area masjid atau musala sekolah.

Saksi mata bernama Totong mengaku mendengar total tiga kali ledakan.

Ledakan terjadi di beberapa titik, termasuk di tengah masjid, di masjid, dan di luar area ibadah.

Peristiwa ledakan ini terjadi tepat saat jamaah sedang bersiap untuk salat Jumat.

Polisi segera bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob dikerahkan untuk menyisir dan mensterilisasi lokasi ledakan.

Densus 88 Antiteror Polri turut diturunkan untuk menyelidiki insiden yang menghebohkan ini.

Densus 88 mendalami apakah insiden ledakan tersebut memiliki unsur terorisme.

Di lokasi kejadian, ditemukan dua benda yang menyerupai senjata api.

Baca Juga: Menyulam Tak Hanya Menghasilkan Seni Kreatif, Tetapi Juga Menawarkan Ketenangan Jiwa, Silakan Mencoba

Benda tersebut terdiri dari satu senjata laras panjang dan satu pistol.

Namun, Kapolri dan Wamenko Polkam menegaskan temuan benda tersebut hanyalah senjata mainan.

Benda itu memiliki tulisan yang merujuk pada sosok Brenton Tarrant.

Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, pada tahun 2019.

Kejadian penembakan tersebut juga terjadi saat pelaksanaan salat Jumat.

Baca Juga: Jawa Tengah Genjot Inovasi Pendidikan Vokasi untuk Jadi Penopang Utama Pangan dan Industri Nasional

Pada bagian laras benda mirip senjata api itu tertulis "14 Words. For Agartha".

Sementara itu, pada bagian badan obyek terdapat tulisan "Brenton Tarrant. Welcome to Hell".

Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Beliau menegaskan agar publik tidak langsung menyimpulkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari serangan terorisme.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan semua langkah investigasi dijalankan secara menyeluruh.

Olah TKP dan pemasangan police line sudah dilakukan untuk mengamankan lokasi.

Penyelidikan mendalam masih dilakukan untuk mengungkap motif utama pelajar berusia 17 tahun tersebut.

Baca Juga: Apa Itu PKH, BPNT, hingga BLT Kesra? Ini Penjelasan Lengkap Bansos yang Cair November 2025

Kasus ini menimbulkan perhatian serius dari berbagai pihak terkait keamanan sekolah dan pencegahan perundungan.

Pelajar yang menjadi saksi mata menyebutkan terduga pelaku sudah tergeletak di area belakang sekolah pasca ledakan terjadi.

Kepolisian akan memberikan keterangan resmi lebih lanjut setelah status hukum ditetapkan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#densus 88 #bullying #SMA 72 Kelapa Gading #ledakan #jakarta utara