RADAR TULUNGAGUNG – Memasuki bulan pertamanya memimpin Kejari Tulungagung, Daniel De Rozari menegaskan bakal memperkuat penanganan tindak pidana korupsi di wilayah Bumi Lawadan.
Apalagi hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia atau Hakordia.
Meski masih dalam tahap memetakan kembali seluruh perkara yang berjalan, mantan Kajari Sambas itu memastikan setiap kasus yang telah masuk akan dituntaskan secara profesional.
Baca Juga: Memperingati HAKORDIA 2025, Kenapa 6–9 Desember Jadi Momentum Penting Pemberantasan Korupsi?
Daniel mengaku telah melakukan review terhadap sejumlah berkas korupsi yang tengah ditangani jajarannya. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu meragukan kelanjutan proses hukum yang sudah berjalan.
“Perkara-perkara korupsi yang ada di sini pasti akan berjalan sampai dengan selesai. Berikan kepercayaan kepada teman-teman di Kejari Tulungagung,” tegasnya.
Meski begitu, pria kelahiran NTT tersebut belum menyimpulkan apakah tingkat korupsi di Tulungagung tergolong tinggi atau memprihatinkan.
Baginya, penilaian seperti itu memerlukan waktu dan data yang lebih lengkap. “Kasus korupsi ada atau tidak? Pasti ada. Tetapi di Tulungagung levelnya seperti apa, saya belum bisa menilai,” ujarnya.
Daniel menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya soal penindakan, tetapi juga pencegahan. Ia menegaskan pentingnya sinergi kejaksaan dengan pemerintah daerah dalam menciptakan sistem yang bersih dan akuntabel.
“Harapan saya, kehadiran kejaksaan dapat mendukung pembangunan di Tulungagung. Pencegahan itu penting, karena dengan pembangunan yang bersih, kemakmuran masyarakat bisa meningkat,” katanya.
Sejalan dengan momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Daniel menyampaikan bahwa pencegahan korupsi harus menjadi kerja bersama seluruh elemen.
“Hakordia mengingatkan kita bahwa korupsi merampas hak masyarakat atas pembangunan. Karena itu pencegahannya harus menjadi gerakan kolektif,” ujarnya dalam refleksinya.
Di awal kepemimpinannya, Daniel menegaskan bahwa ia siap membawa Kejari Tulungagung lebih adaptif dan transparan dalam penanganan perkara, sekaligus terus memperkuat integritas internal agar proses penegakan hukum berjalan optimal.
Dengan pengalaman panjang di berbagai daerah, ia optimistis langkah-langkah pencegahan dan penindakan dapat berjalan seimbang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana