Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Purbaya Bantah Isu “Dana Hilang Rp400 Triliun”: Tegas Sebut Hoaks, Singgung Audit BPK, Hubungan Ahok–Prabowo, hingga Janji Transparency Dashboard

Natasha Eka Safrina • Minggu, 25 Januari 2026 | 12:20 WIB

Purbaya bantah isu dana hilang Rp400 triliun. Tegas sebut hoaks, jelaskan audit, dana cadangan, proyek kilang, dan janji transparansi.
Purbaya bantah isu dana hilang Rp400 triliun. Tegas sebut hoaks, jelaskan audit, dana cadangan, proyek kilang, dan janji transparansi.

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudisadewa angkat bicara terkait isu yang ramai beredar di media sosial mengenai “dana hilang Rp400 triliun” yang dikaitkan dengan proyek strategis dan BUMN energi. Dalam pernyataan bernada tegas dan emosional, Purbaya menyebut narasi tersebut sebagai kebohongan publik yang tidak berdasar pada realitas akuntansi maupun hukum.

Purbaya menilai isu itu sengaja dibangun untuk menciptakan ketakutan, merusak stabilitas, serta mengadu domba masyarakat. Ia mengaku prihatin bukan karena namanya disebut-sebut, melainkan karena informasi palsu atau hoaks dapat memecah belah bangsa dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Semua narasi tentang kehilangan 400 triliun itu adalah kebohongan publik yang tidak berdasar pada realitas akuntansi maupun hukum,” tegas Purbaya dalam naskah pernyataan yang disampaikan kepada publik.

Purbaya: Ekonomi Dibangun dari Data, Bukan Desas-desus

Dalam penjelasannya, Purbaya meminta masyarakat menggunakan akal sehat dan berpijak pada data. Menurutnya, ekonomi tidak dibangun di atas rumor atau narasi sensasional, tetapi berdasarkan angka yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya “Intip” Saldo Rekening Pejabat Kemenkeu, Klaim Tak Ada Lonjakan Drastis: Pengawasan Diperketat hingga Rotasi Jabatan

Ia menyoroti angka Rp400 triliun yang disebut-sebut hilang. Purbaya menyebut nominal tersebut sangat besar, bahkan mendekati porsi signifikan dari APBN. Jika benar dana sebesar itu “hilang atau tidur” tanpa jejak, kata dia, sistem keuangan akan mengalami kontraksi dan dampaknya terasa langsung pada stabilitas nasional.

Namun faktanya, ia menilai kondisi ekonomi tetap stabil, inflasi terkendali, dan investasi terus masuk. Karena itu, ia menegaskan tidak ada dana yang hilang sebagaimana dituduhkan.

Dana Mengendap Disebut Cadangan Likuiditas dan Investasi Jangka Panjang

Purbaya juga meluruskan istilah “dana tidur” yang ramai dipakai oknum penyebar isu. Menurutnya, dana yang dianggap mengendap sejatinya merupakan cadangan likuiditas dan investasi jangka panjang yang memang dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri di Indonesia Masters 2026, Senior Akui Ini Asa Baru Ganda Putra Indonesia

Ia menjelaskan, proyek besar seperti pembangunan kilang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Prosesnya melibatkan tender, pengadaan teknologi, hingga mitigasi risiko. Karena itu, dana yang tersedia dalam sistem bukan berarti disalahgunakan, melainkan disiapkan untuk mendukung keberlanjutan proyek multiyears.

Klarifikasi Hubungan dengan Ahok dan Presiden Prabowo

Dalam pernyataannya, Purbaya turut menyinggung isu yang menggambarkan adanya “perang dingin” atau drama politik internal. Ia menyebut hubungan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjalan dalam koridor profesional.

Purbaya menilai Ahok sebagai rekan kerja yang berintegritas. Ia mengakui diskusi dan perdebatan keras kerap terjadi, namun semata-mata untuk mendorong efisiensi dan tata kelola BUMN.

Selain itu, Purbaya menegaskan dirinya rutin melaporkan data dan kondisi pengelolaan kepada Presiden Prabowo. Ia menyebut Presiden teliti dan tidak akan membiarkan uang rakyat diselewengkan.

Baca Juga: Profil Chafidz Yusuf, Pelatih di Balik Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Juara Australian Open 2025, Jejak Sukses The Minions Terulang

“Jika narasi 400 triliun hilang itu benar, saya tidak akan berdiri di sini hari ini,” ujarnya.

“Fitnah Detail” Disebut Produk Digital Populism

Purbaya juga mengungkap dugaan motif di balik masifnya narasi tersebut. Menurutnya, era digital membuat narasi kemarahan lebih cepat menyebar dibanding narasi berbasis data.

Ia menilai ada pihak-pihak yang terganggu karena transparansi mulai diperkuat. Karena tidak bisa melawan dengan data, maka yang dipakai adalah “pembunuhan karakter” atau character assassination.

Purbaya menyampaikan pesan kepada penyebar hoaks bahwa mereka bisa membuat foto editan atau angka fantastis, tetapi tidak bisa mencuri pengabdiannya kepada bangsa.

Bahas Proyek Tuban, Balongan, Cilacap: “Multiyears dan Berlapis”

Menjawab isu proyek mangkrak, Purbaya menyebut lokasi seperti Tuban, Balongan, dan Cilacap memang proyek multiyears yang membutuhkan banyak dokumen perizinan, studi AMDAL, dan negosiasi teknologi tingkat tinggi.

 

Ia menegaskan, lahan yang disebut “kosong” bukan berarti proyek fiktif, melainkan sedang memasuki proses pematangan teknis. Purbaya juga menyebut dana proyek berada dalam instrumen aman seperti letter of credit (LC) di perbankan, bukan di rekening pribadi.

Ia bahkan menantang siapa pun untuk menunjukkan rekening pribadi atas namanya yang menerima aliran dana dari proyek tersebut.

Baca Juga: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Tembus Final Indonesia Masters Super 500, Kalahkan Fajar/Fikri hingga Sabar/Reza, Komentar Fans China Bikin Heboh

Janji Buka Data: Transparency Dashboard dan Undang Publik

Di akhir pernyataan, Purbaya menyebut akan mendorong transparansi lebih besar, termasuk gagasan membuat “Purbaya Transparency Dashboard” agar publik bisa memantau pergerakan dana proyek strategis.

Ia juga menyatakan siap mengundang mahasiswa dan jurnalis kredibel untuk meninjau langsung proyek, sekaligus mendorong literasi ekonomi agar masyarakat tidak mudah terpancing narasi sensasional.

“Jangan biarkan layar ponsel membakar hati dengan kebencian. Tetaplah tenang, ekonomi kita sedang tumbuh,” tutupnya.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Purbaya Yudi Sadewa #Purbaya Yudistira Menteri Keuangan #400 T