Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026: BTC Gagal Tembus USD 100 Ribu, Ini Sinyal Rebound ke USD 98.000 atau Justru Koreksi Lebih Dalam

Muhammad Rusdian Nuzula • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:50 WIB

Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026 mengulas peluang rebound BTC, peran The Fed, arus ETF, dan target harga USD 98.000.
Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026 mengulas peluang rebound BTC, peran The Fed, arus ETF, dan target harga USD 98.000.

RADAR TULUNGAGUNG – Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026 menjadi sorotan investor kripto global setelah BTC gagal mempertahankan breakout di atas level psikologis USD 100.000 pada Januari.

Penolakan di area tersebut memicu aksi ambil untung jangka pendek, namun tekanan jual dinilai mulai mereda seiring stabilnya permintaan pasar.

Pergerakan harga Bitcoin kini memasuki fase konsolidasi setelah euforia awal tahun tidak berlanjut.

Alih-alih mengalami penurunan agresif, harga BTC justru bergerak relatif stabil. Sejumlah indikator on-chain dan faktor makroekonomi menunjukkan kondisi yang berpotensi mendukung pemulihan harga pada Februari 2026.

Secara historis, Februari dikenal sebagai bulan yang cukup bullish bagi Bitcoin. Data historis menunjukkan rata-rata imbal hasil Bitcoin di bulan Februari mencapai sekitar 14,3 persen.

Hal inilah yang membuat Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026 menjadi semakin relevan bagi pelaku pasar yang tengah menunggu arah pergerakan selanjutnya.

Baca Juga: Prediksi Kripto 2026: Bitcoin Menuju USD 200 Ribu atau Terjun ke Pasar Bearish? Ini 5 Skenario Penentu Nasib BTC dan Altcoin

Konsolidasi Pasca Gagal Breakout USD 100.000

Bitcoin sempat mencoba menembus level USD 100.000 pada Januari 2026, namun gagal mempertahankan momentum.

Kegagalan ini mendorong aksi profit taking, terutama dari investor jangka pendek. Meski demikian, koreksi yang terjadi relatif terkendali dan tidak disertai lonjakan tekanan jual ekstrem.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 88.000 hingga USD 89.000. Stabilnya harga di zona ini menandakan pasar masih memiliki minat beli yang cukup kuat.

Investor cenderung menunggu konfirmasi arah, bukan melakukan panic selling seperti pada fase bearish sebelumnya.

Indikator Profit/Loss Beri Sinyal Positif

Salah satu indikator penting yang diamati dalam Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026 adalah Realized Profit/Loss Ratio berbasis rata-rata pergerakan 90 hari.

Secara historis, reli Bitcoin yang berkelanjutan biasanya terjadi ketika rasio ini berhasil menembus level 5,0.

Dalam dua tahun terakhir, setiap pemulihan harga di pertengahan siklus mengikuti pola serupa.

Ketika rasio ini gagal bertahan di atas ambang tersebut, reli cenderung cepat kehilangan tenaga. Namun, pergerakan terbaru mengindikasikan potensi masuknya modal baru yang mampu menyerap aksi ambil untung, sehingga tekanan jual tidak lagi mendominasi.

Baca Juga: TPG THR 100% 2025 Belum Cair di Banyak Daerah, Ini Batas Waktu Resmi Pemda dan Update SKTP Januari 2026

Peran Federal Reserve dan Sentimen Pasar

Faktor makroekonomi turut memengaruhi prediksi pergerakan Bitcoin pada Februari.

Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga pada rapat kebijakan awal tahun. Ketua The Fed Jerome Powell menyebut suku bunga berada pada “kisaran netral”, mengindikasikan peluang jeda pengetatan yang lebih panjang.

Dari sisi psikologi pasar, data Santiment menunjukkan sentimen investor masih berada di level hati-hati.

Kondisi ini justru sering menjadi landasan kenaikan bertahap, karena reli biasanya dimulai saat pasar belum terlalu optimistis.

Arus Keluar ETF Bitcoin Mulai Melambat

Baca Juga: Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Pemeriksaan Bandara Diperketat dengan Thermal Scanner dan Skrining Kesehatan

Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot juga menjadi faktor penting dalam Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026.

Selama tiga bulan terakhir, ETF Bitcoin mengalami arus keluar bersih yang cukup besar. Pada November 2025, arus keluar tercatat mencapai USD 3,48 miliar, disusul USD 1,09 miliar pada Desember.

Namun, pada Januari 2026, arus keluar tersebut melambat drastis menjadi sekitar USD 278 juta. Perlambatan ini mengindikasikan tekanan jual dari investor institusional mulai berkurang.

Jika arus ETF berbalik positif pada Februari, hal ini berpotensi memberikan dukungan struktural bagi harga Bitcoin.

Target Harga dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Baca Juga: Virus Nipah di Indonesia Jadi Sorotan, Kemenkes Tegaskan Belum Ada Kasus meski Tingkat Kematian Tinggi

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam pola ascending broadening wedge. Harga baru-baru ini memantul dari batas bawah pola tersebut. Level USD 90.000 menjadi kunci utama yang harus direbut kembali untuk mengonfirmasi momentum bullish.

Jika Bitcoin mampu bertahan dan diterima di atas USD 90.000, target kenaikan jangka pendek berada di area USD 98.000 hingga USD 101.000. Namun, risiko penurunan tetap ada. Apabila harga turun menembus USD 87.210, Bitcoin berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju USD 84.698, yang akan menunda skenario bullish pada Februari.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#ETF Bitcoin #Analisis Bitcoin #Harga Bitcoin #Pasar Kripto #Prediksi Harga Bitcoin Februari 2026