Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Luhut Bongkar Hasil Pertemuan dengan MSCI: Siap Jalankan Reformasi Pasar Modal Indonesia Berbasis AI dan Pecat Oknum Nakal demi Saingi India!

Natasha Eka Safrina • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:05 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan dorong Reformasi Pasar Modal Indonesia berbasis AI usai bertemu MSCI. Siap sikat praktik nakal demi raup investasi miliaran dolar!
Luhut Binsar Pandjaitan dorong Reformasi Pasar Modal Indonesia berbasis AI usai bertemu MSCI. Siap sikat praktik nakal demi raup investasi miliaran dolar!

JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, membawa kabar krusial bagi masa depan investasi di tanah air. Usai melakukan pertemuan intensif selama dua jam dengan pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI), Luhut menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan Reformasi Pasar Modal Indonesia secara menyeluruh. Langkah ini diambil guna mengembalikan kepercayaan investor global yang sempat goyah akibat maraknya praktik manipulasi di bursa.

Luhut mengungkapkan bahwa urgensi Reformasi Pasar Modal Indonesia ini muncul setelah dirinya mendengarkan perbandingan langsung dengan keberhasilan India. MSCI menceritakan bahwa India sebelumnya juga menghadapi masalah serupa terkait praktik investasi nakal. Namun, melalui keberanian melakukan perombakan besar-besaran, kini India sukses meraup aliran modal asing hingga mencapai 60 hingga 70 miliar dolar Amerika Serikat.

"Pertanyaannya, kalau India bisa, masa kita tidak bisa? Apa bedanya India dengan kita? Banyak orang pintar di republik ini," ujar Luhut dengan nada optimis saat memberikan sambutan dalam peluncuran situs resmi Dewan Ekonomi Nasional, Jumat pagi (20/2). Luhut memandang Reformasi Pasar Modal Indonesia sebagai kunci agar pemerintah terlihat lebih transparan dan kredibel di mata dunia.

Baca Juga: Oknum Brimop Polda Maluku Diduga Aniaya Pelajar Tual 14 Tahun, Kompolnas Soroti Kekerasan Berlebihan dan Proses Hukum Transparan

Penggunaan AI dan Perombakan SDM Muda

Salah satu poin paling mencolok dari saran Luhut kepada Presiden Prabowo Subianto adalah mengenai pembaruan Sumber Daya Manusia (SDM). Luhut mengusulkan agar posisi strategis di otoritas pasar modal diisi oleh generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang keuangan modern namun memiliki integritas tinggi. Menurutnya, tenaga muda cenderung lebih idealis dan sulit untuk disuap dibandingkan oknum-oknum lama yang mungkin sudah terkontaminasi praktik koruptif.

Selain faktor manusia, Luhut menekankan pentingnya integrasi teknologi mutakhir. Ia mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pengawasan bursa. Dengan sistem berbasis AI, setiap pergerakan saham yang mencurigakan dapat terdeteksi secara otomatis dan real-time. Hal ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak bagi para spekulan dan "bandar" yang selama ini gemar mempermainkan harga saham sehingga merugikan investor ritel.

Mencontoh Keberhasilan India

Luhut tidak memungkiri bahwa praktik nakal dalam investasi saham adalah tantangan global. Namun, kesuksesan India melakukan transformasi menjadi bukti nyata bahwa perbaikan sistem dapat mendatangkan dividen ekonomi yang luar biasa. Indonesia, menurut Luhut, harus berani mengambil langkah ekstrem dalam hal penegakan hukum dan transparansi data jika ingin bersaing memperebutkan kue investasi global tersebut.

Baca Juga: Penyelidikan Kasus Oknum Brimop Polda Maluku Aniaya Pelajar Tual 14 Tahun Masih Berjalan, Polisi Pastikan Proses Transparan

Komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms ini bukan sekadar wacana. Dewan Ekonomi Nasional akan segera melaporkan draf usulan reformasi ini kepada Presiden Prabowo. Targetnya jelas: menciptakan ekosistem pasar modal yang bersih, transparan, dan berstandar internasional. Dengan begitu, aliran dana jumbo yang selama ini parkir di negara tetangga atau India bisa beralih masuk ke pasar domestik Indonesia.

Transparansi Sebagai Harga Mati

Dalam akhir keterangannya, Luhut menegaskan bahwa transparansi adalah pondasi utama dari pasar modal yang sehat. Tanpa keterbukaan informasi yang jujur, investor asing akan terus bersikap skeptis terhadap bursa kita. Reformasi ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi perdagangan, pengawasan broker, hingga perlindungan terhadap hak-hak investor minoritas.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pemerintah dan regulator terkait. Jika usulan Luhut mengenai penggunaan AI dan peremajaan SDM ini benar-benar diimplementasikan, pasar modal Indonesia diprediksi akan memasuki era baru yang jauh lebih stabil dan menguntungkan bagi semua pihak, bukan hanya bagi segelintir kelompok yang memiliki akses informasi eksklusif.

Baca Juga: Oknum Brimop Polda Maluku Diduga Aniaya Pelajar Hingga Meninggal di Tual, Keluarga Geruduk Markas Brimop dan Bawa Jenazah

Editor : Natasha Eka Safrina
#reformasi pasar modal Indonesia #investasi saham #luhut binsar pandjaitan #MSCI