Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Relawan Global Sumud Flotilla Malaysia Kembali ke Kuala Lumpur Setelah Ditahan oleh Israel: Diplomasi, Emosi, dan Solidaritas yang Menyentuh

Ilma Nurrahma • Rabu, 8 Oktober 2025 | 18:05 WIB

23 relawan Global Sumud Flotilla asal Malaysia tiba dengan selamat di Kuala Lumpur setelah ditahan di Israel. (ANTARA News)
23 relawan Global Sumud Flotilla asal Malaysia tiba dengan selamat di Kuala Lumpur setelah ditahan di Israel. (ANTARA News)

RADAR TULUNGAGUNG Malam yang penuh haru menyelimuti arrival hall Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia.

Saat 23 relawan Malaysia yang ikut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tiba dengan selamat, usai mengalami penahanan di Israel.

Tepuk tangan, pelukan emosional, dan ucapan syukur memenuhi ruang kedatangan, menunjukkan betapa kuatnya dukungan masyarakat terhadap perjuangan mereka.

Baca Juga: Willie Salim dan Ustaz Derry Terbang Langsung ke Palestina, Target Bangun Klinik 4 Lantai di Gaza

Misi Global Sumud Flotilla adalah upaya solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, di tengah blokade laut yang diberlakukan oleh Israel.

Pada 2 Oktober 2025, kapal-kapal dalam flotilla tersebut termasuk yang membawa relawan Malaysia diintersepsi oleh pasukan Israel ketika berada di zona laut yang disebut “R3 Red Zone” di Laut Mediterania.

Dari total 34 relawan Malaysia yang mengambil bagian, sekitar 23 orang dikonfirmasi ditahan setelah insiden tersebut.

Berbagai pihak dalam pemerintah Malaysia langsung bereaksi, mengutuk tindakan Israel, dan menyiapkan langkah-langkah diplomasi untuk pembebasan.

Baca Juga: Kongres Gagal Capai Kesepakatan, US Shutdown Resmi Dimulai, Ratusan Ribu PNS di Amerika Serikat Terancam PHK Massal

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan Turki, Qatar, serta pejabat-pejabat di Amerika Serikat untuk mendesak pembebasan relawan.

Dalam pengaturan diplomatik tersebut, Turki memainkan peran penting sebagai mediator. Relawan-relawan Malaysia dibawa ke Istanbul setelah dilepas oleh otoritas Israel dari Ramon Airport.

Relawan Relawan tiba di KLIA sekitar pukul 22.07 malam waktu Malaysia. Keluarga mereka, anggota masyarakat, aktivis‐aktivis solidaritas Palestina, serta pejabat pemerintah turut hadir menyambut.

Baca Juga: Mengenal Sosok Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei yang Mengejek Netanyahu dan Bikin Heboh, Bikin Ratusan Diplomat Tinggalkan Ruang Sidang PBB!

Banyak yang membawa bunga, poster solidaritas, dan bendera, menciptakan suasana yang penuh kelegaan dan kebanggaan nasional.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa acara khusus akan diselenggarakan pertemuan malam hari agar para relawan bisa berbagi pengalaman mereka selama misi tersebut.

Pemerintah juga memberi apresiasi terhadap keberanian dan semangat tinggi mereka. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#malaysia #Israel #Global Sumud Flotilla #Palestian