RADAR TULUNGAGUNG - Malam yang penuh haru menyelimuti arrival hall Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia.
Saat 23 relawan Malaysia yang ikut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tiba dengan selamat, usai mengalami penahanan di Israel.
Tepuk tangan, pelukan emosional, dan ucapan syukur memenuhi ruang kedatangan, menunjukkan betapa kuatnya dukungan masyarakat terhadap perjuangan mereka.
Baca Juga: Willie Salim dan Ustaz Derry Terbang Langsung ke Palestina, Target Bangun Klinik 4 Lantai di Gaza
Misi Global Sumud Flotilla adalah upaya solidaritas internasional yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, di tengah blokade laut yang diberlakukan oleh Israel.
Pada 2 Oktober 2025, kapal-kapal dalam flotilla tersebut termasuk yang membawa relawan Malaysia diintersepsi oleh pasukan Israel ketika berada di zona laut yang disebut “R3 Red Zone” di Laut Mediterania.
Dari total 34 relawan Malaysia yang mengambil bagian, sekitar 23 orang dikonfirmasi ditahan setelah insiden tersebut.
Berbagai pihak dalam pemerintah Malaysia langsung bereaksi, mengutuk tindakan Israel, dan menyiapkan langkah-langkah diplomasi untuk pembebasan.
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan Turki, Qatar, serta pejabat-pejabat di Amerika Serikat untuk mendesak pembebasan relawan.
Dalam pengaturan diplomatik tersebut, Turki memainkan peran penting sebagai mediator. Relawan-relawan Malaysia dibawa ke Istanbul setelah dilepas oleh otoritas Israel dari Ramon Airport.
Relawan Relawan tiba di KLIA sekitar pukul 22.07 malam waktu Malaysia. Keluarga mereka, anggota masyarakat, aktivis‐aktivis solidaritas Palestina, serta pejabat pemerintah turut hadir menyambut.
Banyak yang membawa bunga, poster solidaritas, dan bendera, menciptakan suasana yang penuh kelegaan dan kebanggaan nasional.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa acara khusus akan diselenggarakan pertemuan malam hari agar para relawan bisa berbagi pengalaman mereka selama misi tersebut.
Pemerintah juga memberi apresiasi terhadap keberanian dan semangat tinggi mereka. ****
Editor : Dharaka R. Perdana