Radar Tulungagung – Joao Fonseca mengaku tidak menyangka bisa mengalahkan Novak Djokovic dalam laga dramatis Roland Garros. Petenis muda Brasil itu menyebut kemenangan tersebut sebagai momen bersejarah dalam kariernya setelah berhasil menyingkirkan salah satu legenda terbesar tenis dunia dalam pertarungan lima set.
Usai pertandingan, Fonseca tampak masih sulit percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Di hadapan penonton yang memadati stadion, petenis berusia muda itu memilih menikmati momen daripada memikirkan peluang kemenangan yang sebelumnya terlihat sangat sulit.
Kemenangan atas Djokovic sekaligus menjadi salah satu hasil terbesar dalam perjalanan karier Fonseca dan semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia tenis.
Joao Fonseca Sebut Djokovic Sebagai Idolanya
Dalam wawancara seusai pertandingan, Fonseca menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Novak Djokovic.
Petenis Brasil itu mengaku tidak datang ke lapangan dengan keyakinan penuh bahwa dirinya akan menang. Sebaliknya, ia hanya berusaha menikmati kesempatan langka menghadapi idolanya secara langsung.
"Saya sebenarnya tidak berpikir akan menang. Saya hanya bermain dan menikmati berada di lapangan," kata Fonseca.
Ia juga menyebut pertandingan tersebut sebagai pengalaman luar biasa karena untuk pertama kalinya berhadapan langsung dengan Djokovic di level profesional.
Menurut Fonseca, kesempatan bermain melawan salah satu pemain terbaik sepanjang masa sudah menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
Kondisi Lapangan Membantu Permainannya Semakin Berkembang
Fonseca mengungkapkan bahwa perubahan kondisi pertandingan turut memengaruhi performanya.
Pada awal laga, cuaca panas membuatnya kesulitan mengontrol permainan. Ia mengaku bola bergerak sangat cepat sehingga ritmenya belum sepenuhnya terbentuk.
Namun situasi berubah ketika pertandingan memasuki sore hingga malam hari.
"Saat suasana mulai lebih gelap, saya merasa jauh lebih nyaman. Saya bisa menghasilkan tenaga lebih besar dalam pukulan," jelasnya.
Meski berhasil menang, Fonseca tetap memberikan pujian kepada Djokovic yang masih tampil luar biasa di usia 39 tahun.
Ia bahkan mengaku kagum melihat kondisi fisik sang legenda Serbia.
"Kami masih merasa dia berusia 20 tahun. Dia luar biasa. Bahkan di akhir pertandingan saya merasa dia lebih bugar daripada saya," ujar Fonseca.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para penonton yang memberikan apresiasi kepada kedua pemain.
Tiga Ace Beruntun Jadi Kunci Penentu Kemenangan
Salah satu momen paling menentukan terjadi ketika Fonseca melakukan servis untuk memenangkan pertandingan.
Dalam situasi tekanan besar dan menghadapi break point, petenis Brasil itu justru mampu menghasilkan tiga ace secara beruntun.
Fonseca mengaku dirinya sendiri terkejut dengan apa yang dilakukannya.
"Saya hanya percaya bisa membuat ace. Saat itu saya merasa seperti John Isner," katanya sambil tertawa.
Menurutnya, keberhasilan mencetak tiga ace berturut-turut dalam momen sepenting itu merupakan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Keberhasilan tersebut akhirnya memastikan langkah Fonseca ke putaran berikutnya Roland Garros sekaligus menutup salah satu pertandingan paling berkesan dalam kariernya.
Sebelum meninggalkan lapangan, Fonseca juga menyempatkan diri menyampaikan ucapan spesial kepada ibunya yang sedang berulang tahun.
"Selamat ulang tahun, Ibu," ucapnya yang langsung disambut sorak sorai penonton.
Tak lupa ia berterima kasih kepada para pendukung Brasil yang memenuhi stadion dan terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
Kemenangan atas Novak Djokovic menjadi bukti bahwa Joao Fonseca bukan sekadar pemain muda berbakat. Dengan keberanian, kekuatan pukulan, dan mental yang semakin matang, petenis Brasil tersebut kini mulai dipandang sebagai salah satu calon bintang besar tenis dunia pada masa mendatang.
Editor : Maylanni Diana Fitri