Pembina Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dr. Sofyan Risallanda, menyampaikan bahwa selain program ini gratis, pasien juga mendapatkan dukungan biaya transportasi dan biaya istirahat.
“Jadi kalau ada kesempatan seperti ini, sayang untuk dilewatkan,” ujar dr. Sofyan.
Beliau menjelaskan bahwa program KB Mantap MOW dan MOP ini merupakan program nasional yang diselenggarakan setiap tahun. Antusiasme masyarakat Tulungagung terhadap program ini sangat tinggi.
“Animo masyarakat Tulungagung sangat tinggi dibandingkan dengan kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur maupun Indonesia,” jelas dr. Sofyan.
dr. Sofyan menambahkan bahwa rata-rata BKKBN Provinsi Jawa Timur memberikan pelayanan di Kabupaten Tulungagung sekitar 300-400 akseptor dalam setahun.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas KBPPPA Kabupaten, Rumah Sakit Prima Medika, anggota TNI, dan PKK Kabupaten Tulungagung.
“Di Tulungagung, kekompakan sangat kuat. Didukung oleh semua elemen, hingga tingkat keberhasilan program ini sangat tinggi,” pungkasnya.
Pasalnya, program KB Mantap MOW dan MOP ini ditujukan untuk pasangan yang sudah tidak menginginkan keturunan lagi.
“Rata-rata usia pasien yang mengikuti program ini adalah 40 tahun ke atas, artinya sudah memasuki usia yang tidak subur lagi. Jadi tidak perlu lagi menggunakan KB yang bersifat jangka panjang,” papar Ida.
Ida menambahkan, Dinas KBPPPA hadir untuk memberikan solusi kepada keluarga di Tulungagung agar benar-benar memiliki keluarga yang berkualitas.
“Jadi, keluarga yang berkualitas akan tercapai dengan perencanaan yang baik,” pungkas Ida. (ang/zaq)
Editor : M. Choirurrozaq