BLITAR – Ratusan warga Kabupaten Blitar terindikasi mengalami katarak. Kondisi ini patut jadi perhatian banyak pihak, mengingat penyakit mata ini dapat meningkatkan risiko kebutaan pada penderitanya.
Hal itu diungkapkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat berkunjung ke RSUD Ngudi Waluyo, kemarin (23/11). Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penderita katarak di wilayah Bumi Penataran mencapai sekitar 700 orang. “Di RSUD Ngudi Waluyo ini ada sekitar 115 pasien katarak yang dilakukan operasi,” ujar Risma, saat meninjau pelaksanaan operasi katarak massal kemarin.
Menurutnya, operasi katarak sangat penting untuk mencegah risiko kebutaan. “Maka dari itu memang harus diantisipasi sejak dini,” sambungnya.
Dalam upaya pendataan, kata Risma, Kemensos juga terjun ke daerah-daerah guna memastikan angka penderita katarak di setiap wilayah Mereka yang diindikasi mengalami katarak cukup parah se gera dirujuk agar mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan (faskes) di masingmasing wilayah. “Kami ada laporan ada satu orang anak penderita katarak di salah satu wilayah yang penanganannya terlambat. Sehingga dia harus segera dibawa ke Jakarta untuk dilakukan operasi di sana,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati menjelaskan, data terkini menunjukkan bahwa penderita katarak di Kabupaten Blitar mencapai angka 760 orang. Tapi, tidak semua penderita katarak di Kabupaten Blitar tergolong masyarkat tidak mampu. “Beberapa waktu lalu kami juga kembali melakukan skrining. Hasilnya kami gunakan untuk mengetahu kebutuhan operasi katarak yang darurat,” jelasnya.
Ada dua tahap skrining bagi penderita katarak. Tahapan ini dilakukan guna menentukan tingkat kedaruratan penyakit katarak.
Christine menambahkan, penyakit katarak tidak melulu identik dengan kaum lansia. Sebab, tak jarang kasus serupa ditemukan pada mereka yang masih dalam usia produktif. Dia menegaskan, Masyarakat harus peka dengan kondisi diri dan orang-orang sekitarnya. “Harapannya agar Masyarakat bisa tetap produktif dan tetap berdaya karena terlepas dari katarak,” tandasnya. (jar/dit)
Editor : Doni Setiawan