Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Skizofrenia, Gangguan Mental yang Sering Disalahpahami, Yuk Cari Tahu Penyebabnya

Siti Fadhilah Salsabila • Kamis, 24 Juli 2025 | 21:00 WIB
Skizofrenia Bukan Gila Biasa Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Skizofrenia Bukan Gila Biasa Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

KESEHATAN - Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Banyak orang mengira skizofrenia adalah "gila", padahal kondisi ini lebih kompleks dan bisa ditangani dengan pengobatan dan dukungan yang tepat.

Sayangnya, stigma yang melekat pada gangguan ini membuat penderita sering dikucilkan dan tidak mendapatkan penanganan yang layak.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Kehidupan yang Seimbang dan Bahagia

Apa Saja Gejala Skizofrenia?

Gejala skizofrenia umumnya muncul antara usia akhir remaja hingga awal 30-an. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

1. Halusinasi

Penderita mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak nyata. Yang paling umum adalah mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain.

2. Delusi (Waham)

Keyakinan yang salah dan tidak sesuai kenyataan, seperti merasa dibuntuti, diawasi, atau percaya punya kekuatan khusus.

3. Pikiran Kacau & Sulit Fokus

Ucapan tidak beraturan, kehilangan alur berpikir, atau menjawab tidak nyambung.

4. Perubahan Perilaku

Menarik diri dari lingkungan sosial, tidak merawat diri sendiri, atau bereaksi tidak sesuai konteks.

 

5. Gejala Negatif

Kehilangan minat, emosi datar, tidak ada motivasi, dan sulit menunjukkan ekspresi.

Apa Penyebab Skizofrenia?

Penyebab pasti skizofrenia belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor yang berkontribusi, antara lain:

1. Faktor Genetik

Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan skizofrenia meningkatkan risiko seseorang.

2. Ketidakseimbangan Kimia Otak

Gangguan pada zat kimia otak seperti dopamin dan glutamat memengaruhi fungsi otak dan perilaku.

3. Lingkungan dan Trauma Psikologis

Stres berat, trauma masa kecil, atau tekanan sosial bisa memicu munculnya gejala, terutama jika disertai faktor genetik.

4. Penggunaan Obat-obatan Terlarang

Konsumsi narkoba seperti ganja, LSD, dan amfetamin dapat memicu atau memperparah skizofrenia.

Cara Mengatasi Skizofrenia

Walau belum bisa disembuhkan sepenuhnya, skizofrenia bisa dikendalikan dengan pendekatan medis dan psikologis:

 

1. Terapi Obat (Antipsikotik)

Obat-obatan ini membantu mengurangi halusinasi dan delusi. Dosis harus diawasi ketat oleh dokter jiwa.

2. Psikoterapi

Konseling dan terapi kognitif membantu penderita mengenali realitas, mengelola emosi, dan kembali bersosialisasi.

3. Dukungan Keluarga dan Sosial

Lingkungan yang mendukung sangat penting agar penderita tidak merasa dikucilkan. Edukasi keluarga juga perlu dilakukan.

4. Terapi Rehabilitasi

Membantu pasien belajar keterampilan hidup dasar seperti bekerja, bersosialisasi, atau merawat diri.

5. Hidup Sehat dan Teratur

Tidur cukup, pola makan sehat, olahraga ringan, dan hindari stres serta alkohol/narkoba.

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika seseorang mulai menunjukkan gejala halusinasi, delusi, atau perubahan perilaku drastis yang tidak wajar, segera konsultasikan ke psikiater atau fasilitas kesehatan mental terdekat. Penanganan lebih awal akan membantu pemulihan yang lebih baik.

Baca Juga: Didikan Keras, Mental Lemas: Gen Z dan Luka Batin dari Keluarga

Skizofrenia bukan akhir dari segalanya. Dengan penanganan medis yang tepat, dukungan keluarga, dan pemahaman masyarakat, penderita bisa menjalani hidup yang lebih baik. Jangan biarkan stigma menghambat mereka untuk sembuh dan kembali ke masyarakat.

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Skizofernia #gangguan #mental