JAKARTA - Soto Brutal Cak Boneng Malang viral di media sosial karena baru buka beberapa menit langsung dipadati pembeli. Warung soto khas Bojonegoro itu ramai diburu pelanggan berkat porsi jumbo, lauk melimpah, serta konsep nasi ambil sendiri sepuasnya dengan harga mulai Rp15 ribu.
Warung milik pria yang akrab disapa Cak Boneng tersebut disebut menjadi salah satu kuliner paling ramai di Kota Malang. Bahkan sebelum warung dibuka sekitar pukul 06.30 WIB, antrean pembeli sudah memenuhi area parkir dan tempat duduk.
Dalam video yang beredar di YouTube, suasana dapur terlihat sibuk sejak pagi. Puluhan ayam disiapkan bersama aneka isian seperti ceker, kulit, brutu, telur muda, hingga jeroan yang ditata bertumpuk di meja racik.
“Biasanya 70 ekor ayam, ini lagi sedikit,” ujar Cak Boneng dalam video tersebut sambil melayani pembeli yang terus berdatangan.
Soto Brutal Cak Boneng Malang Viral karena Porsi Jumbo dan Lauk Melimpah
Julukan “Soto Brutal” muncul karena isi sotonya dinilai di luar kebiasaan. Dalam satu mangkuk, pembeli bisa mendapatkan campuran ayam, ceker, telur muda, kulit, hingga jeroan dengan kuah melimpah.
Menu standar dibanderol Rp15 ribu dengan nasi ambil sendiri sepuasnya. Sementara menu istimewa dijual Rp20 ribu hingga Rp25 ribu tergantung tambahan lauk yang dipilih pelanggan.
Tambahan lauk seperti ceker, kepala ayam, sayap, brutu, dan jeroan dihargai rata-rata Rp5 ribu per porsi. Khusus tambahan telur muda lengkap bisa mencapai Rp10 ribu.
“Segone sak medose weteng,” kata penjual yang berarti nasi bisa diambil sampai kenyang.
Porsi jumbo itu membuat banyak pelanggan rela mengantre lama. Bahkan dalam rekaman terlihat pembeli datang dari berbagai daerah sekitar Malang untuk mencicipi soto viral tersebut.
Salah satu pelanggan mengaku rutin datang bersama komunitas senam dari Bululawang. Mereka menyebut rasa gurih kuah dan topping melimpah menjadi alasan utama kembali membeli.
Berawal dari Pedagang Lama, Kini Jadi Soto Viral Kota Malang
Cak Boneng mengaku berasal dari Bojonegoro dan sudah sekitar enam tahun berjualan soto di Malang. Sebelum fokus menjual soto, dirinya sempat berjualan makanan lain.
Nama asli pemilik warung tersebut adalah Nardi. Sementara nama “Boneng” merupakan julukan yang melekat sejak kecil hingga akhirnya dipakai sebagai identitas warung.
“Soto Bojonegoro,” ucapnya saat menjelaskan asal-usul racikan kuah yang dijualnya.
Keunikan lain dari warung ini adalah gaya pelayanan sang penjual yang humoris dan spontan. Interaksi lucu dengan pembeli justru menjadi daya tarik tersendiri hingga banyak konten kreator kuliner datang membuat ulasan.
Di sela melayani antrean, Cak Boneng beberapa kali bercanda soal pembeli yang harus sabar menunggu. Meski ramai, dirinya mengaku tidak terlalu memikirkan keuntungan besar.
“Nomor satu yang penting pembeli senang,” katanya.
Warung tersebut juga disebut sering kehabisan stok sebelum siang hari. Dalam kondisi normal, sekitar 60 hingga 70 ekor ayam bisa habis dalam sehari.
Antrean Panjang dan Live Streaming Bikin Soto Cak Boneng Semakin Ramai
Popularitas Soto Brutal Cak Boneng semakin meningkat setelah banyak video review kuliner beredar di media sosial. Konsep live streaming saat berjualan ikut menarik perhatian warganet.
Dalam video, area parkir terlihat penuh motor hanya beberapa menit setelah warung buka. Banyak pelanggan rela berdiri dan menunggu giliran demi mendapatkan porsi favorit seperti ceker dan telur muda.
Kuah soto yang dimasak dalam jumlah besar juga menjadi sorotan. Penjual memperlihatkan wadah kuah berukuran besar yang terus digunakan untuk melayani antrean panjang pembeli.
Selain makan di tempat, banyak pelanggan membeli untuk dibungkus. Beberapa bahkan disebut datang dari luar kota karena penasaran dengan soto viral tersebut.
Lokasi warung berada di kawasan Mundurejo, Malang. Warung itu kini dikenal sebagai salah satu kuliner pagi yang selalu ramai setiap hari.
Dengan harga terjangkau, porsi besar, dan suasana jualan yang ramai serta penuh candaan, Soto Brutal Cak Boneng sukses mencuri perhatian pecinta kuliner Jawa Timur. Tidak heran jika warung ini disebut sebagai salah satu soto viral yang sulit ditandingi di Kota Malang.
Editor : Divka Vance Yandriana