Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Soto Ayam Cak To Surabaya Viral, Jual 120 Ekor Ayam per Hari hingga Es Krim Zangrandi Jadi Sorotan

Divka Vance Yandriana • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:00 WIB
Soto Ayam Cak To Surabaya viral karena mampu habiskan 120 ekor ayam per hari dan tetap ramai saat cuaca panas.
Soto Ayam Cak To Surabaya viral karena mampu habiskan 120 ekor ayam per hari dan tetap ramai saat cuaca panas.

JAKARTA - Soto Ayam Cak To Surabaya kembali viral setelah seorang kreator konten kuliner membagikan pengalaman makan siang di warung legendaris tersebut. Dalam sehari, Soto Ayam Cak To disebut mampu menghabiskan hingga 120 ekor ayam dengan antrean pelanggan yang tetap ramai meski cuaca Surabaya sedang panas terik.

Warung soto legendaris itu dikenal sebagai salah satu kuliner ikonik Surabaya. Bahkan saat jam makan siang dengan suhu panas menyengat, pelanggan tetap berdatangan untuk menikmati semangkuk soto ayam khas dengan kuah gurih dan isian melimpah.

“Jam makan siang panas begini tetap ramai, saking enaknya,” ujar salah satu pengunjung dalam video YouTube yang viral di media sosial.

Baca Juga: Misteri Makam Tumenggung Surontani di Tulungagung, Tokoh Sakti Pembabat Hutan Wajak Kidul yang Dijaga Macan Putih Gaib

Selain membahas Soto Ayam Cak To, video tersebut juga menampilkan perjalanan wisata kuliner di Surabaya mulai dari es krim legendaris Zangrandi hingga wisata perahu Kalimas pada malam hari.

Soto Ayam Cak To Jadi Kuliner Legendaris Surabaya Sejak 1987

Dalam video tersebut, mantu pemilik warung menjelaskan bahwa Soto Ayam Cak To sudah berjualan sejak 1987. Awalnya, usaha itu dilakukan secara keliling sebelum akhirnya menetap di lokasi sekarang pada 1997.

“Dulu keliling di Jalan Kota Mustajab,” ujar Andri, keluarga pemilik Soto Cak To.

Baca Juga: Sejarah Tulungagung Terungkap, dari Manusia Wajak hingga Kejayaan Majapahit yang Masih Membekas sampai Kini

Warung itu dikenal dengan pilihan lauk lengkap seperti dada, paha, sayap, kulit, hingga telur muda. Namun pelanggan yang ingin mendapatkan menu favorit seperti telur muda harus datang pagi karena biasanya cepat habis.

“Kalau siang sudah habis,” kata penjaga warung.

Popularitas Soto Ayam Cak To tidak lepas dari cita rasa kuah yang khas. Pengunjung juga kerap menambahkan sambal, perasan jeruk nipis, dan kerupuk bawang agar rasa soto semakin kuat.

Dalam sehari, warung ini disebut bisa menghabiskan sekitar 120 ekor ayam. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kuliner legendaris Surabaya tersebut.

Baca Juga: Misteri Roro Kembang Sore dalam Babad Tulungagung, Kisah Cinta Tragis yang Dikaitkan dengan Patih Gajah Mada

“120 ekor sehari,” ungkap Andri saat ditanya soal stok ayam harian.

Es Krim Zangrandi dan Kuliner Surabaya Ikut Jadi Sorotan

Setelah menikmati Soto Ayam Cak To, perjalanan kuliner berlanjut ke Es Krim Zangrandi yang berada di pusat Kota Surabaya. Tempat tersebut dikenal sebagai salah satu gerai es krim tertua di Surabaya sejak era kolonial.

Dalam video disebutkan bahwa Zangrandi sudah berdiri sejak sekitar tahun 1930-an dan didirikan oleh warga keturunan Italia.

Suasana klasik bangunan serta menu es krim jadul menjadi daya tarik utama pengunjung. Banyak wisatawan sengaja datang untuk menikmati nuansa tempo dulu sambil mencicipi aneka menu es krim legendaris.

Di kawasan Alun-Alun Surabaya, kreator konten juga sempat berbincang dengan sejumlah warga dan pelajar soal ikon Kota Surabaya. Tugu Pahlawan, rawon, hingga lontong balap disebut sebagai bagian dari identitas kuliner dan wisata kota tersebut.

Konten perjalanan itu semakin ramai karena dibawakan dengan gaya santai dan penuh candaan khas Jawa Timuran yang mudah diterima penonton.

Wisata Kalimas hingga Promo Digital Ramaikan Konten Kuliner Surabaya

Selain kuliner, video tersebut juga menampilkan wisata malam di kawasan Kalimas Surabaya. Kreator konten menaiki perahu wisata sambil menikmati suasana lampu kota di sepanjang sungai.

Sebelum naik perahu, ia sempat menikmati wedang jahe hangat di sekitar Taman Prestasi Surabaya. Wisata Kalimas sendiri menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk menikmati suasana malam dengan harga terjangkau.

Dalam video itu juga muncul promosi penggunaan voucher digital dan fitur transaksi modern untuk berburu makanan murah. Konsep tersebut dianggap menarik karena menggabungkan wisata kuliner tradisional dengan kebiasaan transaksi digital masa kini.

Meski dibalut promosi, daya tarik utama tetap berada pada kekuatan kuliner legendaris Surabaya seperti Soto Ayam Cak To dan Es Krim Zangrandi yang terus bertahan hingga puluhan tahun.

Antrean pelanggan, stok ayam ratusan ekor per hari, hingga suasana warung yang sederhana menjadi bukti bahwa kuliner legendaris masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Tidak heran jika Soto Ayam Cak To kembali viral dan ramai dibicarakan di media sosial.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Soto Ayam Cak To Surabaya #soto ayam #soto