Mangut Lele Mbok Marto, Kuliner Legendaris Jogja yang Dimasak di Dapur Berusia 57 Tahun

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Mangut Lele Mbok Marto di Jogja menawarkan lele asap pedas bersantan dengan dapur tradisional yang bertahan sejak 1969. (Youtube. com)
Mangut Lele Mbok Marto di Jogja menawarkan lele asap pedas bersantan dengan dapur tradisional yang bertahan sejak 1969. (Youtube. com)

JOGJA - Mangut Lele Mbok Marto menjadi salah satu kuliner legendaris Jogja yang menarik perhatian pencinta makanan tradisional. Berlokasi di kawasan Sewon, Bantul, warung ini mempertahankan cara memasak tradisional sejak 1969.

Mangut Lele Mbok Marto bukan sekadar menawarkan lele berbumbu pedas dan bersantan. Keunikan utamanya terletak pada proses pengasapan lele menggunakan serabut kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.

Bagi pemburu kuliner Jogja, warung ini juga punya pengalaman makan yang berbeda. Pengunjung dapat langsung masuk ke dapur, memilih lauk, sekaligus melihat proses memasak yang masih menggunakan tungku dan kayu bakar.

Baca Juga: Karomah Nyata Gus Saladin Trenggalek Njenggelek: Air Mata Saksi Kisahkan Masa Kecil, Jinakkam Lele Kali hingga Tembus Pikiran Orang

Lele Diasap hingga Kering

Proses memasak dimulai dari pengasapan lele. Ikan dibakar menggunakan serabut kelapa selama sekitar 1,5 jam. Cara tersebut menghasilkan aroma asap yang kuat sekaligus membuat tekstur lele lebih tahan ketika dimasak kembali.

Menurut pengelola, lele yang digunakan memiliki ukuran relatif seragam. Dalam kondisi normal, sekitar 50 kilogram lele diasap setiap hari. Jumlah itu bisa meningkat menjadi 70 hingga 100 kilogram saat akhir pekan.

Jika satu kilogram berisi sekitar tujuh hingga delapan ekor, maka ratusan ekor lele dapat diolah dalam sehari. Proses pengasapan menjadi bagian penting karena cita rasa smoky merupakan karakter utama mangut lele di warung tersebut.

Baca Juga: Dua Minggu Jelang Ramadan, Segini Harga Ikan Lele

Setelah diasap, lele dimasak dengan bumbu mangut yang dominan pedas dan bersantan. Satu wajan besar bahkan mampu menampung sekitar 150 ekor lele dalam sekali proses memasak.

Dapur Tradisional Sejak 1969

Warung tersebut dikenal sebagai Dapur Asli Mbok Marto. Sejarahnya bermula pada 1969 ketika Mbok Marto mulai berjualan mangut lele secara keliling.

Pada masa awal, Mbok Marto membawa dagangannya dengan cara digendong hingga kawasan pasar dan sekitar Keraton. Setelah bertahun-tahun dikenal pelanggan, pada 1983 usaha tersebut mulai menetap di rumah yang berada tidak jauh dari kawasan ISI Yogyakarta.

Baca Juga: Serunya Cari Ikan Lele Dengan Gogoh

Dapur lama yang digunakan sejak awal menjadi bagian penting dari identitas warung. Hingga kini, suasana dapur tetap dipertahankan dengan tungku tradisional dan kepulan asap kayu bakar.

Pak Poniman, putra Mbok Marto, mengatakan resep mangut tersebut merupakan racikan yang dikembangkan sang ibu. Bumbu utamanya antara lain bawang, kemiri, cabai, serta rempah dapur lainnya.

Puluhan Lauk, Nasi dan Sayur Bisa Tambah

Selain mangut lele, pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan lauk. Ada mangut kepala manyung, mangut ikan pari, lele tawar, garang asem, opor ayam kampung, baceman ayam, burung puyuh, hingga aneka jeroan.

Baca Juga: Kurangnya Protein Memicu Stunting di Trenggalek, Ikan Lele Dapat Menjadi Solusi

Pilihan sate juga cukup beragam, mulai sate usus, sate bakso, sate keong, sate telur puyuh, hingga sate bagian ayam. Ada pula oseng mercon berbahan daging sapi dan koyor.

Sementara itu, nasi dan sejumlah sayuran disediakan secara bebas untuk disantap di tempat. Menu sayur yang tersedia antara lain gudeg, krecek, tahu tempe, lalapan, serta oseng daun pepaya.

Untuk satu porsi nasi dengan satu lauk mangut lele, harganya sekitar Rp30 ribu. Jika ingin menambah satu ekor lele, pelanggan dikenakan tambahan sekitar Rp15 ribu.

Baca Juga: Kisah Inspiratif, Abon Lele dan Abon Kutuk Jadi Ladang Bisnis Pensiunan ASN di Kota Blitar

Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga malam. Lokasinya berada di kawasan Sewon, Bantul, sekitar 6,5 kilometer dari Titik Nol Kilometer Jogja.

Keunikan dan konsistensi rasa membuat kuliner legendaris ini tidak hanya didatangi warga Jogja. Pengunjung dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara juga disebut pernah mencicipinya.

Dengan lele asap yang kuat, kuah mangut pedas bersantan, serta suasana dapur tradisional, Mangut Lele Mbok Marto menawarkan pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di tempat lain.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Peyut Gembul
Mangut Lele Mbok Marto mangut lele Jogja kuliner Bantul makanan tradisional Jogja kuliner Jogja