TULUNGAGUNG - Jenang Tulungagung menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini. Salah satunya diproduksi UD Sari Murni, usaha jenang Pak Lasimun di Desa Cluwok Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Jenang Tulungagung tersebut dibuat menggunakan bahan sederhana seperti beras, ketan, gula merah, dan santan. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu hingga sekitar lima jam.
Keunikan jenang Tulungagung bukan hanya pada cita rasanya. Produk tersebut juga menjadi bagian dari usaha kuliner turun-temurun yang telah berkembang sejak sekitar 1980-an. Kini, produk olahan UD Sari Murni bahkan telah dikirim ke sejumlah negara.
Jenang Pak Lasimun Jadi Kuliner Khas Tulungagung
Pemilik UD Sari Murni, Hana, menjelaskan bahwa usaha tersebut merupakan warisan keluarga. Usaha pembuatan jenang awalnya dirintis oleh sang nenek dalam skala kecil.
Baca Juga: MacBook Neo Dipakai 30 Hari, Ternyata Baterai Awet dan Performa Bikin Kaget
Saat itu, produksi jenang hanya sekitar dua kilogram. Jenang kemudian dipotong kecil-kecil dan dijual di pasar.
Usaha tersebut selanjutnya diteruskan oleh Pak Lasimun, ayah Hana. Setelah sang ayah meninggal dunia, pengelolaan usaha diteruskan oleh Hana sebagai generasi ketiga.
Selain jenang, UD Sari Murni juga memproduksi sejumlah makanan tradisional Jawa Timur. Di antaranya jenang ketan, jenang manten, madu mongso, wajik, dan jadah atau tetel.
Produk-produk tersebut memiliki karakteristik dan bahan yang berbeda. Wajik, misalnya, dibuat dari ketan, santan, serta gula merah. Ada pula wajik pandan yang menggunakan gula putih dan pandan.
Dibuat Manual dan Bisa Lima Jam
Proses pembuatan jenang menjadi salah satu bagian yang menarik. Bahan utama yang disiapkan meliputi beras, ketan, gula merah atau gula Jawa, serta santan.
Baca Juga: MacBook Neo Resmi Meluncur, Bawa A18 Pro dan Baterai 16 Jam dengan Harga Mengejutkan
Kelapa terlebih dahulu diparut untuk mendapatkan santan. Santan kemudian dimasak menggunakan wajan berukuran besar.
Proses tersebut berlangsung sekitar satu jam. Setelah santan siap, gula merah dimasukkan dan kembali diaduk hingga mendidih serta mengental.
Tahap berikutnya adalah memasukkan tepung. Adonan yang awalnya masih cair perlahan berubah menjadi lebih kental.
Seluruh proses pembuatan dari awal hingga jenang matang membutuhkan waktu sekitar lima jam. Selama proses tersebut, adonan harus terus diaduk secara manual agar menghasilkan tekstur yang sesuai.
Cara tradisional itu menjadi salah satu ciri khas produksi jenang Pak Lasimun. Proses panjang tersebut juga membuat pembuatan jenang membutuhkan ketelitian dan tenaga.
Madu Mongso Bisa Bertahan hingga Tiga Bulan
Selain jenang, madu mongso menjadi produk lain yang memiliki daya tahan lebih lama. Makanan tradisional ini dibuat dari ketan hitam dan ketan putih yang terlebih dahulu difermentasi menjadi tape.
Setelah proses fermentasi selesai, tape kemudian dimasak dengan proses yang hampir serupa dengan pembuatan jenang. Perbedaannya terletak pada komposisi bahan dan tahapan pengolahannya.
Menurut Hana, madu mongso dapat bertahan sekitar dua hingga tiga bulan tanpa bahan pengawet. Proses fermentasi menjadi salah satu faktor yang membuat produk tersebut lebih tahan lama.
Berbeda dengan madu mongso, jenang disebut memiliki masa simpan maksimal sekitar satu minggu.
Dipasarkan hingga Luar Negeri
Produk UD Sari Murni tidak hanya dikenal di wilayah Tulungagung. Madu mongso produksinya juga telah dikirim ke sejumlah negara.
Beberapa negara yang disebut pernah menerima produk tersebut antara lain Malaysia, Brunei, Taiwan, dan Hong Kong. Pengiriman dilakukan berdasarkan permintaan.
Sementara itu, produk seperti wajik dan jadah lebih banyak dipasarkan untuk konsumen di sekitar Tulungagung dan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Usaha jenang Pak Lasimun menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki peluang untuk berkembang. Resep turun-temurun, proses produksi manual, serta penggunaan bahan alami menjadi bagian penting dari keberlangsungan kuliner khas Tulungagung tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung proses produksi, toko UD Sari Murni disebut buka sejak pagi hingga sekitar pukul 21.00 WIB.
Editor : Maylanni Diana Fitri