BANDUNG - Sarapan Bandung menawarkan banyak pilihan, mulai kuliner legendaris hingga kafe kekinian. Sejumlah tempat bahkan sudah ramai sejak pagi dan pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan menu atau terjebak antrean panjang.
Sarapan Bandung menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin memulai aktivitas dengan mencicipi makanan khas Kota Kembang. Pilihannya tidak hanya bubur atau nasi, tetapi juga dimsum, lontong kari, surabi, roti bakar, hingga pastry.
Bagi pencari sarapan Bandung, waktu menjadi hal penting. Beberapa tempat mulai beroperasi sejak pagi dan ada yang tutup sebelum pukul 09.00. Karena itu, datang lebih awal menjadi strategi agar bisa menikmati makanan dengan lebih nyaman.
Baca Juga: Kaliurang Jogja Punya Tempat Viral dengan Komedi Putar, Kuliner Rp20 Ribuan
Toko Bubur DPR hingga Kopi Saring Pontianak
Salah satu pilihan adalah Toko Bubur DPR Bandung. Tempat ini menawarkan bubur bergaya Kanton dengan konsep open kitchen. Pengunjung dapat melihat langsung proses memasak, sementara gerobaknya ditempatkan di bawah pohon rindang.
Buburnya memiliki tekstur lembut, kental, dan creamy dengan aroma minyak wijen yang cukup kuat. Tersedia pula aneka dimsum sebagai pendamping. Saat akhir pekan, antrean bisa panjang sehingga pengunjung disarankan datang pagi.
Pilihan lain adalah Kopi Saring Pontianak. Selain kopi yang disaring langsung, tempat ini menawarkan nasi telur Pontianak, kepiting tanpa kuah, chai pao, serta bakwan Pontianak.
Sarapan dengan Nuansa Vintage
Bagi pencinta suasana oriental, Yamcha bisa menjadi pilihan. Restoran ini mengusung konsep vintage ala Hong Kong dengan ornamen bernuansa oriental.
Menu yang tersedia antara lain nasi ayam, mi ayam, bubur ayam dengan beragam topping, serta bolo bahan butter. Roti yang lembut dengan mentega melimpah cocok dipadukan dengan kopi susu.
Sementara itu, Kedai Kopi Purnama menjadi pilihan bagi pencinta kuliner klasik. Kedai ini sudah beroperasi sejak era 1930-an dan mempertahankan suasana serta sejumlah menu lamanya.
Roti srikaya dan kopi susu menjadi menu yang banyak dikenal. Ada pula rujak cireng yang menawarkan tekstur garing di luar dan kenyal di bagian dalam.
Tahu, Kupat Tahu, hingga Soto
Tahu Periangan menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang ingin sarapan dengan sajian tahu segar. Tahu di tempat ini tidak dijual mentah karena hanya bertahan beberapa jam.
Pengunjung dapat memilih berbagai topping, seperti tahu jamur, ayam udang, jagung, bumbu pedas, ayam kucai, hingga tahu rebus polos. Variasi tersebut membuat tahu sederhana terasa lebih modern.
Untuk kuliner legendaris, Kupat Tahu Gempol tidak boleh dilewatkan. Hidangan ini terdiri atas lontong, tauge, tahu, kerupuk merah, dan bumbu kacang dengan resep turun-temurun.
Ada pula Soto Boyolali yang bisa menjadi pilihan sarapan hangat. Kuahnya bening dan gurih, dengan pilihan pendamping seperti telur puyuh, tahu, tempe, hingga berbagai jenis sate.
Lontong Kari, Lomie, dan Roti Gempol
Lontong Kari Kebon Karet juga termasuk kuliner yang banyak diburu. Lokasinya berada di gang sehingga kendaraan perlu diparkir di bagian depan.
Menu utamanya tersedia dalam pilihan biasa dan spesial. Varian spesial dilengkapi setengah telur rebus. Kuah kari berwarna kuning kecokelatan dengan rasa manis dan gurih, kemudian dapat ditambah jeruk nipis, acar, serta sambal.
Lomie 61 menjadi pilihan bagi pencinta mi berkuah kental. Kuahnya menggunakan kaldu seafood dan tepung maizena, dengan pilihan topping ayam, bakso, pangsit, serta kangkung.
Untuk sarapan sederhana, Roti Gempol menawarkan roti bakar klasik dengan berbagai isian. Ukuran rotinya besar dan proses pemanggangannya masih menggunakan cara tradisional sehingga menghadirkan aroma nostalgia.
Pilihan Modern untuk Sarapan
Bubur Ayam Kang Dedi menawarkan konsep kaki lima dengan topping melimpah. Buburnya cenderung encer, tetapi dilengkapi suwiran ayam kampung, cakwe, ati ampela, dan bawang goreng.
Pencinta makanan manis dan roti dapat menuju Drum Baker. Bakery artisan ini menawarkan berbagai roti dan pastry, termasuk Dirty Milo serta caramel pudding toast dengan es krim.
Ada pula The Daily Baker yang mengusung interior minimalis dengan nuansa Korea. Cake slice, pastry, dan berbagai menu sarapan menjadi daya tariknya.
Sementara Louis Cafe menawarkan menu Barat dan Indonesia. Pilihannya mencakup sandwich, sourdough, panini, bagel, hingga menu dengan telur dan sosis.
Untuk suasana lebih luas, Wheels Cafe di kawasan Dago memiliki area indoor, semi-outdoor, dan outdoor. Menu andalannya antara lain Wheel Signature, salmon, serta kreasi ayam dengan cita rasa kopi.
Bagi wisatawan yang ingin sarapan kapan saja, kafe dekat kawasan Dago juga menyediakan layanan 24 jam. Pilihannya mencakup salmon sandwich, cheeseburger, dan kopi latte.
Beragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa sarapan Bandung tidak sekadar soal mengisi perut. Dari kedai legendaris hingga kafe modern, semuanya menawarkan pengalaman berbeda untuk memulai pagi di Kota Kembang.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Food&Travel by Taraviran