RADAR TULUNGAGUNG - Bahasa Jawa di negara Suriname terancam hilang.
Berbagai faktor menjadi latar belakang kenapa kemungkinan itu bisa terjadi.
Saat ini mayoritas pemuda komunitas Jawa di Suriname tidak menggunakan Bahawa Jawa lagi.
Lantas siapa lagi yang akan mempertahankan keberadaan Bahasa Jawa di Suriname dimasa yang akan datang?
Duta besar Indonesia Untuk Suriname, Julang Pujianto mengungkapkan di Suriname tidak semua komunitas Jawa memakai secara aktif bahasa Jawa.
“Rupanya tidak semua komunitas Jawa di Suriname menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa komunikasi di keluarga,” ungkap Julang Pujianto.
Itulah yang menjadi kendala utama dalam mempertahankan Bahasa Jawa di Suriname.
Para pemuda komunitas jawa di Suriname lebih senang menggunakan bahasa Belanda atau bahasa lokal Suriname dalama berkomunikasi sehari-hari.
Orang tua komunitas Jawa di Suriname juga tidak membiasakan anak mereka menggunakan Bahasa Jawa di Keluarga.
Mereka lebih memilih mengajarkan anak mereka dengan Bahasa Belanda karena bahasa itu yang dijadikan bahasa saat di sekolah.
“Saya kurang tahu kenapa ini bisa terjadi, ada yang mengatakan oh Bahasa Jawa dinilai tertinggal atau seperti apa. Satu dua keluarga komunitas Jawa menganggap demikian,” katanya.
Julang mengatakan untuk melestarikan Bahasa Jawa di Suriname tidak ada cara lain selain menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita juga berusaha agar bahasa jawa menjadi bahasa sehari-hari minimal untuk keluarga mereka (komunitas jawa),” katanya.
Julang menambahkan pihaknya telah menyebar tempat-tempat kursus Bahasa Jawa di Suriname.
Itu menjadi bagian penting dalam usaha mempertahankan Bahasa Jawa di Suriname. ***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri