Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lokasi Sekolah Rakyat di Trenggalek Dipilih Bukan karena Strategis, DPRD Buka Suara

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:25 WIB
ilustrasi
ilustrasi

TRENGGALEK – Pemilihan Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, Trenggalek,  sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) mendapat dukungan penuh kalangan dewan.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menilai keputusan tersebut sangat tepat dan sejalan dengan visi pembangunan daerah. Terutama dalam bidang pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Menurut Doding, Kecamatan Bendungan saat ini memang tengah diproyeksikan menjadi pusat pendidikan baru di wilayah Trenggalek.

Dengan lokasi yang berada di kawasan pegunungan, semangat edukasi dan kepedulian terhadap ekologi dinilai dapat berjalan beriringan. “Pak Bupati sudah MoU dengan UINSA Surabaya. Kalau SR dibangun di sana, itu sangat bagus. Karena bersekolah sambil melindungi alam kita,” ujar mantan aktivis Trenggalek tersebut kepada Radar Trenggalek.

Dia menambahkan, jika pembangunan Sekolah Rakyat di Trenggalek dipaksakan di area pusat kota memang masih memungkinkan, tetapi hal tersebut dinilai kurang mendukung pemerataan pengembangan wilayah.

Bendungan dipilih bukan hanya karena letaknya yang strategis secara ekologi, melainkan juga karena Pemkab Trenggalek memiliki aset lahan yang luas di kawasan tersebut. Hal ini memungkinkan pembangunan dilakukan dengan efisien tanpa perlu akuisisi lahan yang memakan waktu dan biaya.

Di sisi lain, Doding juga menyinggung soal optimalisasi aset gedung yang telah dimiliki pemerintah daerah, seperti rusunawa di Kecamatan Watulimo Trenggalek.

Meski bangunan itu masih belum difungsikan secara maksimal, pemanfaatannya masih terkendala masalah relokasi warga dari Kampung Baru. “Fungsi rusunawa memang untuk masyarakat Kampung Baru yang saat ini menempati tanah pemda. Tapi karena belum ada solusi terkait relokasi, masyarakat masih enggan pindah ke rusunawa,” jelasnya.

Dengan pembangunan Sekolah Rakyat di Botoputih, Doding berharap ada percepatan pengembangan kawasan pendidikan yang juga mendukung program pelestarian alam.  Dia juga menekankan pentingnya strategi pembangunan yang merata dan sesuai dengan karakteristik wilayah Trenggalek. (kho/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Sekolah Rakyat #doding rahmadi #trenggalek #dprd