TRENGGALEK– Enam orang di Trenggalek dikabarkan hilang usai bencana tanah longsor menerjang pada Senin (19/5/2025) sore.
Tanah longsor tersebut menghantam Dusun Kebon Agung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.
Diperkirakan tanah longsor di kawasan perbukitan di Trenggalek itu mengakibatkan tiga rumah tertimbun dan berdampak pada sekitar sepuluh rumah lainnya.
“Tanah longsor terjadi usai hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan selama beberapa jam,” terang Camat Bendungan Trenggalek, Sujatmiko, kepada trenggaleknjenggelek.jawapos.com.
Berdasarkan infomasi awal, material tanah longsor menghantam rumah warga saat sebagian besar sedang berada di dalam rumah.
Data-data sementara, mereka yang dikabarkan tertimbun, yakni Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi, dan Torik.
"Tim gabungan dari Tagana, BPBD Trenggalek, dan masyarakat sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian," ujarnya.
Selain itu, sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor.
Sekitar 10 kepala keluarga atau 30 jiwa terdampak langsung dan kini tengah diungsikan ke tempat aman.
Untuk sementara, belum ada bantuan logistik yang masuk dari kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Hingga kini proses evakuasi terkendala banyaknya akses jalan yang longsor menuju lokasi.
Di samping itu, untuk pencarian terhadap korban hilang masih berlangsung dengan melibatkan unsur relawan, aparat desa, BPBD, Tagana, dan masyarakat sekitar.
Dalam beberapa hari belakangan bencana alam terjadi di Trenggalek. Hal ini dipicu tingginya curah hujan yang memicu banjir dan tanah longsor.
Bahkan kemarin tanah longsor tidak hanya terjadi di Kecamatan Bendungan, tetapi juga di Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Watulimo. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah