NASIONAL - Jalur Lintas Selatan atau JLS Tulungagung dan Tol Tulungagung-Kediri akan memberikan pengaruh besar ke perekonomian Tulungagung, terutama untuk Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).
Dalam hal ini, UMKM Tulungagung harus siap dengan perubahan yang besar. Pasalnya, Tol Tulungagung-Kediri tersebut akan terhubung dengan Bandara Dhoho, begitupun dengan Jalur Lintas Selatan yang akan terhubung kota-kota di selatan pulau jawa.
Dengan adanya hal tersebut, wisatawan luar kota atau luar negeri akan mendapatkan akses yang mudah untuk ke Tulungagung.
Menyikapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Deny Yudiantoro menyatakan bahwa UMKM Tulungagung harus lakukan 4 hal ini. Pertama adalah adaptif, apa yang ada atau apa yang akan ada di Tulungagung UMKM harus cepat belajar dan beradaptasi termasuk dengan perkembangan teknologi.
Kedua yakni responsif. Ketika ada peluang yang ada di masyarakat, UMKM harus dengan cepat merespon.
Dalam hal ini, Deny menyatakan tujuannya agar peluang tersebut dapat ditangkap dan tidak ditangkap oleh masyarakat luar Tulungagung.
“Yang ketiga adalah inofatif. Jadi ketika kita pinya produk kita punya barang, kita punya makanan dan minuman, harus berinofasi sebaik mungkin sehingga pertumbuhan produk atau barang kita menjadi lebih bagus”. Ucap Deny.
Keempat, menurutnya yang paling penting, yakni kolaboratif.
“Nah, jadi kolaborasi antara UMKM satu dengan UMKM lain, antara UMKM dengan pemerintah, dan antara UMKM dengan akademisi harus terus terjalin dengan bagus,"
"Supaya apa? Ya Tulungagung siap menghadapi pertumbuhan yang luar biasa dengan adanya Proyek Strategis Nasional, Jalur Lintas Selatan, Jalan Tol Tulungagung-Kediri”. Ucanya.
Di sisi lain, Deny menyayangkan pelaku UMKM yang belum bisa bersikap adaptif serta tidak responsif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, hal tersebut yang akan menjadi sasaran para akademisi.
“Untuk saat ini banyak akademisi terjun di lapangan. Mereka mengedukasi masyarakat terkait dengan teknologi dan digitalisasi,"
"Karena sekarang yang namanya jualan produk tidak hanya secara konvensional, meskipun nanti terdapat jalur lintas selatan jalan tol kita juga harus memberikan akses digital,” pungasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra