Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menjadi Peradaban Romawi Paling Kuat Sepanjang Sejarah Dunia, Menelisik Pertahanan Militer Kota Konstantinopel

Mizanatul Muttaqin • Selasa, 7 Mei 2024 | 19:14 WIB

Kehebatan pertahanan Kota Konstantinopel atau Byzantium.
Kehebatan pertahanan Kota Konstantinopel atau Byzantium.

NASIONAL - Sebuah peradaban baru pada masa Romawi kuno yang dibangun dengan segala kemewahan dan ketahanan militernya.

Pada masa kejayaan, kota konstantinopel banyak orang yang mengagumi kota ini.

Kota yang terletak pada persimpangan dunia pada waktu itu menjadikannya sebagai tempat yang strategis.

Penempatan geografi bagian utara dan selatan yang diapit oleh lautan luas, black sea serta laut mediterania. 

Untuk bagian barat juga berbatasan langsung dengan bagian Asia kecil atau yang biasa disebut dengan nama Anatolia. Serta timur kota ini berbatasan langsung dengan kota Roma.

Wilayah konstantinopel yang strategis menjadikannya kota yang sangat sibuk dan cepat dalam proses perkembangannya.

Sehingga memiliki gelar kota The Gates Of The East and West. Sehingga kota ini cepat memiliki perkembangan menjadi sebuah kerajaan besar dan kaya.

Pada beberapa penjelasan sejarah dunia mengatakan bahwa kota konstantinopel ada sejak masa sebelum masehi dengan nuansa pemukiman warga biasa, hingga pada akhirnya tahun 330 masehi menjadi sebuah kekaisaran Roma baru yang dipimpin langsung oleh Kaisar Romawi Konstantinus.

Bukan hanya kemegahan kota, kota ini juga memiliki ketahanan militer yang sangat sulit untuk dikalahkan. Letaknya yang strategis tentu membuat kota ini memiliki banyak sekali musuh dalam peperangan untuk penaklukan sebuah kota ini.

Hingga pada tahun 717, sejak penyerangan kaum muslim yang kedua kala itu untuk membentangkan rantai raksasa dengan panjang 275 meter, ketebalan besi 4 cm dan mata rantainya yang tersusun 60 cm pada Teluk Tanduk Emas yang mengarah ke perairan Selat Bosphorus untuk sampai ke laut hitam atau Black Sea. 

Pembentangan rantai ini bertujuan untuk menghalang akses musuh menuju konstantinopel dari jalur perairan.

Untuk pertahanan wilayah daratnya, kota konstantinopel memiliki ketahanan parit dan tembok besar yang menjulang tinggi serta memiliki ketebalan yang luar biasa tak tertandingi kala itu, sebanyak tiga lapis.

Tembok pertahanan yang dikenal dengan nama Tembok Theodosius ini memiliki ukuran yang luar biasa besar dan kuatnya hingga dapat membuat nyali lawan menciut.

Bagian paling luar dengan pertahanan sebuah parit dengan lebar 18-20 meter dengan kedalaman yang kurang lebihnya 6-10 meter yang mampu untuk pasukan lawan tidak dapat menyeberanginya dengan dengan kuda dan peralatan perang.

Bagiang setelah parit terdapat teras yang bertujuan untuk arena peperangan ketika terdapat musuh yang mampu melewati parit tersebut.

Setelah teras peperangan juga terdapat tembok pertahanan pertama yang menjulang setinggi 5 meter dengan ketebalan 2 meter.

Untuk pertahanan yang lebih kuat, setelah bangunan tembok luar terdapat juga sebuah teras arena peperangan yang selebar 15-20 meter.

Baca Juga: Inilah Karya Sastra Fenomenal Joko Pinurbo Semasa Hidup

Sedangkan untuk pertahanan tembok utamanya memiliki ketebalan 5 meter dan ketinggian mencapai 18-20 meter.

Pembangunan tembok ini bukan dengan asal asalan, mereka membentuk sebuah arsitektur dengan gudang-gudang tempat penyimpanan senjata perang dan penyimpan makanan cadangan.

Pertahanan tembok yang ada tersebut juga selalu dilengkapi dengan meriam penembak musuh dan pasukan pasukan pemanah yang handal.

Sehingga kota konstantinopel dapat disebut dengan City Of Perfect Defenses.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#selat bosphorus #Anatolia #black sea #roma baru #roma #Asia Kecil