TULUNGAGUNG - Kementerian Perhubungan tak mau main-main dalam mempersiapkan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 kali ini.
Khususnya mengenai penyempurnaan angkutan Nataru 2024/2025 yang diperkirakan bakal dibanjiri pemudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya sudah siap dalam menyongsong Nataru 2024/2025.
Baca Juga: Tiga Minggu Jelang Nataru, 710.694 Tiket Kereta Api Sudah Terjual
Hal tersebut diungkapkannya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI terkait Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi dalam Rangka Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, di Senayan, Jakarta, Rabu (4/12).
“Mengantisipasi kemacetan, penumpukan pada simpul transportasi, isu keselamatan, serta antisipasi perubahan cuaca pada masa angkutan Nataru 2024/2025, Kemenhub mengambil langkah kebijakan strategis dan rencana mitigasi bencana,” ujar Menhub.
Baca Juga: Gerindra: Sikap Gus Miftah ke Penjual Es Teh Tak Cerminkan Ketum Prabowo, Harus Minta Maaf
Lebih lanjut, Menhub menjelaskan, pada angkutan darat telah disediakan kantong parkir dan buffer zone di akses ke pelabuhan penyeberangan, pemberlakuan delaying system, pemberian izin insidentil perusahaan otobus, pemberlakuan contra flow, serta kategorisasi kondisi antrean di pelabuhan penyeberangan.
Pada angkutan laut telah disiapkan kapal navigasi dan patroli untuk tanggap darurat kejadian luar biasa, protokol tanggap darurat penanganan kejadian tidak terduga, serta buffer area dalam kawasan pelabuhan dan penyiapan pelabuhan alternatif.
Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Tindakan Disparbud Trenggalek
Pada angkutan udara disiapkan informasi dan koordinasi penanganan dampak aktivitas vulkanik, kategorisasi kompensasi dan ganti rugi keterlambatan penerbangan, serta penanganan kemacetan traffic darat pada akses ke bandara.
Sementara itu, pada angkutan kereta api diselenggarakan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) beserta personel dan sarana standby, kesiapan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa titik.
Serta sosialisasi dan penyiagaan personel Kemenhub pada perlintasan sebidang yang rawan macet.
Menhub menambahkan, untuk mendukung kelancaran dan animo masyarakat yang akan bepergian pada masa Nataru 2024/2025, Kemenhub telah menyiapkan sarana dan prasarana.
Antara lain 32.130 unit bus dengan jumlah kapasitas 1,2 jt penumpang, 113 terminal (tipe A).
Kemudian 764 unit kapal laut dengan jumlah kapasitas 60 ribu, 110 pelabuhan laut.
Lalu 2.683 kereta api dengan jumlah kapasitas 4,1 juta, prasarana di jaringan jalur kereta api Sumatera, Jawa, serta Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Pantai Ngelinci Tulungagung, Medan Ekstrem, tapi Bikin Pengunjung Ketagihan
Tak ketinggalan 417 unit pesawat dengan jumlah kapasitas 8 juta dan 56 bandara.
Serta 159 unit kapal penyeberangan dengan jumlah kapasitas 2,1 juta, 11 lintas pelabuhan penyeberangan, 29 dermaga moveable bridge, 2 dermaga Ponton, serta 17 dermaga Plengsengan.
Untuk memastikan kelancaran angkutan Nataru 2024/2025, Menhub meminta dukungan dan sinergi dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Diperlukan sinkronisasi kebijakan antarpelaksana melalui koordinasi, sosialisasi kebijakan media massa dan online, serta kerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas terkait,” ucap Menhub. ***
Editor : Dharaka R. Perdana