RADAR TULUNGAGUNG – Mendekati cuti bersama Desember 2025, masyarakat mulai bersiap menyusun rencana perjalanan untuk libur Nataru.
Pertanyaan klasik pun muncul lebih nyaman liburan Nataru naik transportasi apa? Kereta api, bus, pesawat, kapal laut, atau kendaraan pribadi?
Pasalnya, momentum libur panjang akhir tahun ini diprediksi akan memicu lonjakan arus wisata dan mobilitas warga ke berbagai daerah.
Baca Juga: Jadwal Cuti Bersama Desember 2025, Momentum Long Weekend Jelang Akhir Tahun
Kereta Api, Tetap Menjadi Primadona
Jika bicara soal kenyamanan, kereta api masih menjadi bintang. Tanpa macet, waktu tempuh jelas, dan bisa makan atau tidur selama perjalanan, moda ini kerap jadi rebutan saat libur Nataru. Hampir setiap tahun, tiket kereta habis lebih dulu dibanding moda lain.
Namun, persaingan tiket tentu jadi tantangan. Pemesanan harus jauh-jauh hari karena kursi cepat sekali tersita.
Moda transportasi ini cocok untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh, keluarga, lansia, dan liburan santai.
Pesawat, Andalan untuk Kejar Waktu
Untuk yang ingin cepat sampai, pesawat jadi solusi utama. Cocok untuk perjalanan antar pulau atau antar provinsi yang jauh. Waktu tempuh bisa dipangkas drastis, tanpa risiko macet.
Meski begitu, harga tiket naik drastis saat Nataru. Belum lagi proses check-in hingga boarding yang harus dilalui, sehingga tetap memerlukan manajemen waktu yang baik.
Moda pesawat cocok untuk pebisnis, keluarga jarak jauh, dan perjalanan cepat.
Kendaraan Pribadi, Fleksibel Tapi Butuh Stamina
Jika ingin bebas menentukan rute dan jam keberangkatan, kendaraan pribadi adalah jawabannya. Penumpang bisa berhenti kapan saja, bahkan sekadar menikmati rest area atau wisata dadakan.
Namun, pengemudi harus benar-benar prima. Jalur populer menuju kota wisata diprediksi padat, bahkan macet berjam-jam. Persiapan kendaraan pun wajib dilakukan agar perjalanan aman.
Kendaraan pribadi cocok keluarga kecil, liburan jarak dekat–menengah, traveler fleksibel.
Bus, Pilihan Ekonomis yang Tetap Diminati
Meski sering dianggap sebagai moda hemat, perkembangan bus antarkota kini sudah jauh melaju. Ada sleeper bus, toilet di dalam, ruang kaki lega, hingga fasilitas charging. Banyak yang menilai naik bus kini bukan lagi sekadar perjalanan, tapi pengalaman.
Sayangnya, risiko macet tetap tinggi. Terutama di jalur pantura, selatan Jawa, dan akses menuju kota wisata.
Bus lebih cocok untuk backpacker, pelajar, dan tujuan yang tak dijangkau kereta.
Kapal Laut, Pilihan Alternatif untuk Wisata Maritim
Tak banyak dibicarakan, tetapi kapal laut kembali diminati untuk liburan Nataru. Selain ongkos yang lebih terjangkau, sejumlah kapal pelni sudah dilengkapi fasilitas tidur, restoran, bahkan ruang bermain.
Kelemahannya, waktu tempuh jauh lebih lama dibanding pesawat. Cuaca buruk juga bisa mengganggu pelayaran.
Namun pengalaman perjalanan laut sering menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga dan wisatawan muda.
Cocok untuk penjelajah, wisata lintas pulau, perjalanan santai penuh pengalaman.
Tidak ada moda transportasi yang mutlak terbaik. Semuanya bergantung pada jarak, tujuan, kondisi fisik, anggaran, hingga jumlah penumpang.
Yang jelas, khusus untuk liburan Nataru, kereta api dan pesawat adalah moda yang paling cepat habis tiketnya, sehingga pemesanan lebih awal wajib dilakukan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana