Kenaikan insentif guru honorer tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam agenda peresmian sejumlah fasilitas pendidikan di Jawa Tengah.
Ia memastikan pemerintah terus memberi perhatian terhadap nasib guru honorer di seluruh Indonesia melalui kebijakan yang lebih berpihak.
Menurut Abdul Mu’ti, insentif guru honorer sebesar Rp400 ribu per bulan itu mengalami kenaikan Rp100 ribu dibandingkan tahun 2025.
Tambahan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat mengajar serta mendorong peningkatan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
“Pemerintah memberikan insentif kepada guru honorer sebesar Rp400 ribu per bulan dan ditransfer langsung ke rekening guru yang memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Skema penyaluran insentif dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Mekanisme ini dipilih agar proses pencairan lebih cepat, transparan, dan meminimalkan potensi keterlambatan distribusi bantuan.
Pemerintah Sudah Salurkan Ratusan Miliar
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga memaparkan realisasi anggaran yang telah digelontorkan pemerintah. Total dana insentif guru honorer yang sudah tersalurkan mencapai Rp736,31 miliar.
Anggaran tersebut diberikan kepada 347.383 guru honorer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah penerima yang besar menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN secara merata.
Ia menegaskan bahwa bantuan insentif ini bukan sekadar tambahan finansial, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Dengan kesejahteraan yang lebih baik, guru diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Dorong Motivasi dan Kompetensi Guru
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai peningkatan insentif guru honorer dapat menjadi stimulus positif bagi para pendidik.
Tambahan penghasilan diharapkan membantu kebutuhan ekonomi sekaligus memacu motivasi kerja.
Guru honorer selama ini kerap menghadapi tantangan kesejahteraan karena besaran gaji pokok bergantung pada kebijakan masing-masing satuan pendidikan.
Kondisi tersebut menyebabkan ketimpangan pendapatan antarwilayah dan antarinstansi pendidikan.
Karena itu, pemerintah hadir melalui program insentif nasional sebagai penopang tambahan penghasilan yang lebih merata.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa gaji guru honorer memang ditentukan oleh sekolah atau yayasan, tetapi negara tetap memberikan dukungan melalui bantuan rutin bulanan.
“Kalau gaji guru honorer tergantung dari masing-masing satuan pendidikan. Namun pemerintah memberikan insentif Rp400 ribu per bulan yang ditransfer langsung ke rekening,” jelasnya.
Peresmian Fasilitas Pendidikan di Jawa Tengah
Selain menyampaikan kebijakan insentif guru honorer, Abdul Mu’ti juga meresmikan sejumlah fasilitas pendidikan dalam kunjungannya ke Jawa Tengah. Agenda tersebut dipusatkan di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo.
Beberapa fasilitas yang diresmikan antara lain gedung ruang praktik siswa jurusan perhotelan, revitalisasi TK ABA Alam, revitalisasi SD Negeri 2 Sepedak, serta sejumlah sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Peresmian dilakukan sebagai bagian dari program peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan vokasi maupun pendidikan dasar.
Pemerintah ingin memastikan siswa mendapatkan fasilitas belajar yang representatif guna menunjang kompetensi mereka di dunia kerja.
Dalam prosesi peresmian, Abdul Mu’ti secara simbolis mengucapkan doa dan melakukan penandatanganan sebagai tanda fasilitas resmi dapat digunakan.
Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional
Kenaikan insentif guru honorer menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Kesejahteraan tenaga pendidik dinilai berbanding lurus dengan mutu pembelajaran yang diterima siswa.
Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga semangat para guru honorer yang selama ini tetap mengabdi meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Dukungan finansial rutin diharapkan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pelatihan, sertifikasi, serta pengembangan metode ajar.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kontribusi besar guru honorer dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ke depan, berbagai program peningkatan kesejahteraan pendidik disebut akan terus menjadi prioritas kebijakan pendidikan nasional.
Editor : Fadhilah Salsa Bella