JAKARTA - Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam memperluas akses pendidikan nasional sekaligus mengentaskan kemiskinan. Program sekolah berasrama gratis ini dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia agar mendapatkan fasilitas belajar berkualitas tanpa terbebani biaya.
Dalam kurun waktu satu tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, implementasi program ini menunjukkan capaian signifikan dalam pemerataan kesempatan belajar. Kehadiran fasilitas pendidikan gratis ini diproyeksikan sebagai langkah konkret pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di tanah air.
Guna menunjang keberlangsungan sistem pembelajaran, pemerintah menjalin kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Sinergi ini mencakup penyediaan sarana dan prasarana fisik bangunan hingga penyiapan tenaga pendidik yang kompeten dalam mengelola kegiatan belajar mengajar berasrama.
Baca Juga: Prediksi Soal Matematika Ujian P3K Sekolah Rakyat 2026 dan Cara Menjawabnya
Realisasi 166 Sekolah Rakyat dan Target Pembangunan 500 Unit
Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah resmi berdiri dan beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan fasilitas pendidikan tersebut tercatat telah menampung hampir 16.000 murid dari latar belakang keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan secara gratis.
Pemerintah menetapkan target jangka panjang untuk membangun hingga 500 Sekolah Rakyat di seluruh penjuru Indonesia. Perluasan jaringan sekolah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak di daerah yang selama ini mengalami kendala aksesibilitas terhadap sarana pendidikan memadai.
Pengembangan fasilitas berasrama ini ditujukan agar para peserta didik dapat fokus menjalankan proses pembelajaran tanpa terkendala masalah ekonomi keluarga. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen negara dalam menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.
Penguatan Akademik, Keterampilan, dan Karakter Siswa
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pemenuhan fasilitas fisik, tetapi juga pengembangan kualitas lulusan. Sistem pendidikan yang diterapkan dirancang untuk membekali para siswa dengan pemahaman akademik yang kuat, keterampilan praktis, serta pembentukan karakter yang kokoh.
Kombinasi antara pendidikan akademik dan pelatihan vokasional berasrama tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing para lulusan saat memasuki dunia kerja atau jenjang pendidikan selanjutnya. Melalui pembekalan ini, para lulusan diharapkan mampu memperbaiki taraf hidup keluarga mereka di masa depan.
Inisiatif Sekolah Rakyat menjadi simbol hadirnya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta terbebas dari jerat kemiskinan.
Baca Juga: Gaji ASN Dipotong demi PPPK, DPR RI Desak Evaluasi Total Fiskal Daerah
Editor : Natasha Eka Safrina