JAKARTA - Pemerintah menargetkan hasil pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) dapat diketahui pada akhir tahun. Data tersebut sedang disinkronkan, divalidasi, dan diverifikasi ulang untuk meningkatkan akurasi penerima manfaat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil.
Menteri Sosial Gus Ipul mengatakan, proses pemutakhiran melibatkan data dari berbagai lembaga. Salah satunya data terbaru Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang kini diverifikasi ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Gus Ipul, pemerintah ingin memastikan data yang digunakan dalam penyaluran bansos lebih akurat dan sesuai kondisi terkini. Proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya penyatuan data kemiskinan yang dipusatkan di BPS.
BPS Sinkronkan Data dari Berbagai Lembaga
Gus Ipul menjelaskan, BPS sedang melakukan sinkronisasi, validasi, dan verifikasi ulang terhadap data penerima bansos. Proses ini nantinya dipadukan dengan data terbaru melalui sensus sosial ekonomi yang baru saja selesai.
Baca Juga: Berkendara Motor Malam Hari, Ini Tips Mengenali Kendaraan Berhenti atau Terparkir di Jalan
“Sinkronisasi, validasi dan verifikasi ulang. Nah, itu sedang dilakukan oleh BPS,” kata Gus Ipul dalam keterangan yang disampaikan melalui video.
Dia menyebut hasil pemutakhiran data secara menyeluruh diperkirakan dapat diketahui pada akhir tahun. Pemerintah berharap proses tersebut menghasilkan data yang lebih akurat dan terkini.
“Mungkin juga nanti di akhir tahun kita akan tahu hasilnya dan dengan begitu kita akan pasti dapat data yang lebih akurat, yang terkini dan ditambah digitalisasi bansos,” ujarnya.
Pemutakhiran data penerima bansos dilakukan dengan mengintegrasikan data dari sejumlah lembaga. Gus Ipul menyebut langkah tersebut didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang penyatuan data kemiskinan yang dipusatkan di BPS.
Masyarakat Bisa Ikut Koreksi Data
Selain melakukan verifikasi ulang, pemerintah membuka partisipasi masyarakat untuk membantu memperbaiki data. Gus Ipul menegaskan, pemerintah terbuka terhadap koreksi apabila terdapat perubahan atau ketidaksesuaian dalam data penerima bansos.
Baca Juga: Lari Jarak Jauh hingga 100 Kilometer, Ini Cara Atur Ritme, Istirahat, dan Energi agar Kuat Finis
Menurut dia, perubahan data yang terjadi saat ini akan terus diperbarui seiring proses pemutakhiran berlangsung. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat dilakukan dalam waktu cepat.
“Kalau ada sekarang ini mungkin perubahan-perubahan itu pasti akan dilakukan pemutakhiran dalam waktu cepat,” kata Gus Ipul.
Dia menambahkan, proses pemutakhiran masih berjalan. Pemerintah berharap hasilnya dapat segera terlihat setelah seluruh tahapan selesai.
“Sekarang sedang berproses, mudah-mudahan bisa segera kita lihat hasilnya,” ujarnya.
Gus Ipul juga menegaskan keterbukaan pemerintah dalam menghadirkan data yang lebih akurat. Hal itu, kata dia, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah terbuka sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk kita semua sama-sama menghadirkan data yang lebih akurat,” ujar Gus Ipul.
Dengan pemutakhiran tersebut, pemerintah menargetkan data penerima bansos dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih tepat. Hasilnya diharapkan menjadi dasar bagi pengelolaan bantuan sosial yang lebih akurat dan terkini.
Editor : Maylanni Diana Fitri