Radar Tulungagung - Kehadiran Jaecoo J5 langsung mencuri perhatian sejak pertama kali diperkenalkan ke publik Indonesia. Mobil listrik SUV ini digadang-gadang sebagai “The Real Electric SUV dengan DNA Adventure”, sebuah klaim yang tidak main-main. Dalam uji jalan perdana menuju Bukit Sentul, Jaecoo J5 memperlihatkan karakter unik: desain gagah ala SUV Eropa, rasa berkendara premium, dan efisiensi listrik yang mengejutkan.
Sejak keluar dari garasi, Jaecoo J5 sudah menampilkan aura berbeda. Desainnya kompak namun berkarakter, dengan garis bodi tegas dari depan hingga belakang. Banyak yang menyebut tampilannya mengingatkan pada Range Rover, bukan tanpa alasan. Chief designer dan engineer Jaecoo memang berasal dari Jaguar Land Rover, sehingga sentuhan Eropa terasa kuat.
Jaecoo J5 merupakan mobil listrik pertama dari Jaecoo yang dipasarkan di Indonesia. Meski belum resmi diluncurkan saat pengujian dilakukan, harga pre-order berada di kisaran Rp450 jutaan. Dengan banderol tersebut, spesifikasi yang ditawarkan terbilang sangat kompetitif di kelas SUV listrik.
Performa dan Jarak Tempuh Jadi Nilai Jual Utama
Jaecoo J5 dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh. Saat kondisi penuh, layar menunjukkan jarak tempuh 488 km. Namun hasil pengujian internal Jaecoo Indonesia bahkan mencatat jarak hingga 534 km dengan penggunaan normal dan AC menyala. Angka ini tergolong impresif untuk SUV listrik berukuran kompak.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 208 HP dengan torsi 288 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim tuntas dalam 7,3 detik. Di jalan tol hingga tanjakan curam Bukit Sentul, tenaga instan khas mobil listrik terasa sangat membantu. Nanjakan terjal dilibas tanpa drama, nyaris tanpa suara dan getaran.
Suspensi Multilink, Nyaman di Jalan Rusak
Salah satu keunggulan utama Jaecoo J5 ada pada sektor kaki-kaki. Suspensi depan menggunakan MacPherson strut, sementara bagian belakang sudah mengandalkan multilink—konfigurasi yang umum dipakai SUV premium Eropa. Hasilnya, bantingan terasa dewasa, tidak terlalu empuk namun tetap nyaman.
Saat memasuki jalan rusak dan sempit menuju area perbukitan, mobil tetap stabil dan mudah dikendalikan. Radius putar kecil serta setir yang bisa diatur tingkat bobotnya membuat manuver di jalur sempit terasa ringan. Ground clearance 200 mm, dipadu approach angle 20 derajat dan departure angle hampir 30 derajat, menegaskan DNA petualangnya.
Interior Premium dan Fitur Lengkap
Masuk ke kabin, kesan premium semakin kuat. Dashboard minimalis dengan layar instrumen 8 inci dan layar infotainment 13,2 inci menyatu rapi. Jok kulit perforated, panoramic roof besar, serta ambient light multicolor membuat suasana kabin terasa mahal.
Jaecoo J5 juga menawarkan kepraktisan tinggi. Bagasi belakang berkapasitas 480 liter, bisa melar hingga 1.284 liter saat bangku dilipat. Di depan, tersedia frunk 35 liter untuk menyimpan barang kecil. Fitur V2L memungkinkan mobil menyuplai listrik hingga 3.300 watt untuk kebutuhan outdoor.
Baca Juga: BSU Kemenag 2025 Cair Rp600.000 per 2 Bulan, Begini Cara Cek Penerima dan Syarat Pencairannya
Efisiensi dan Teknologi Keselamatan
Dalam perjalanan dari Jakarta ke Bukit Sentul sejauh 52 km, konsumsi baterai hanya sekitar 10 persen. Artinya, efisiensi tembus 8,5 km/kWh, membuat biaya per kilometer di bawah Rp200 jika pengisian dilakukan di rumah.
Jaecoo J5 juga dibekali 17 fitur ADAS, termasuk adaptive cruise control, lane keeping assist, emergency braking, serta kamera 540 derajat yang sangat membantu di jalan sempit dan berbatu. Fitur regenerative braking tiga tingkat membuat perjalanan turun gunung terasa lebih efisien karena energi bisa “dikembalikan” ke baterai.
Catatan Minus, Tapi Tak Krusial
Meski nyaris lengkap, beberapa catatan tetap ada. Informasi cruise control dan konsumsi listrik hanya tampil di layar tengah, bukan di panel instrumen. Pengaturan AC sepenuhnya lewat layar juga terasa kurang praktis saat Apple CarPlay aktif.
Namun secara keseluruhan, Jaecoo J5 tampil sebagai SUV listrik yang menyenangkan dikendarai, hemat energi, dan terasa premium. Dengan harga di kisaran Rp400 jutaan, mobil ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik SUV berkarakter petualang tanpa kompromi kenyamanan.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh