Perbandingan biaya motor listrik vs motor bensin kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak orang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik karena dianggap lebih hemat biaya operasional dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Dalam simulasi perhitungan biaya operasional tahunan, dua motor yang dibandingkan adalah Honda Beat sebagai motor bensin populer di Indonesia dan Polytron Fox S sebagai motor listrik yang mulai banyak digunakan.
Perhitungan ini menggunakan asumsi mobilitas tertentu serta mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya listrik, hingga biaya perawatan seperti oli dan sewa baterai.
Perbandingan Biaya Energi per Kilometer
Dari data simulasi, motor bensin Honda Beat mampu menempuh jarak sekitar 60 kilometer dengan konsumsi bahan bakar tertentu. Jika dihitung, biaya perjalanan motor ini mencapai sekitar Rp166 per kilometer.
Sementara itu, motor listrik Polytron Fox S hanya membutuhkan biaya sekitar Rp40 per kilometer untuk penggunaan listrik dari baterainya.
Selisih biaya ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik memiliki efisiensi energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Simulasi Pemakaian Dua Minggu
Untuk menggambarkan penggunaan sehari-hari, dilakukan simulasi mobilitas sejauh 240 kilometer dalam dua minggu.
Hasilnya cukup menarik. Untuk jarak tersebut, pengguna Honda Beat harus mengeluarkan biaya sekitar Rp40.000 untuk membeli bahan bakar.
Sebaliknya, pengguna Polytron Fox S hanya membutuhkan biaya sekitar Rp9.658 untuk mengisi daya listrik baterai.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa biaya energi motor listrik jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin jika dilihat dari penggunaan jarak yang sama.
Perbandingan Biaya Operasional Tahunan
Jika penggunaan tersebut dihitung selama satu tahun penuh, total biaya operasional kedua motor juga menunjukkan perbedaan.
Motor bensin Honda Beat memiliki total biaya tahunan sekitar Rp1.361.000 yang mencakup kebutuhan bahan bakar serta biaya perawatan rutin seperti penggantian oli.
Sementara itu, motor listrik Polytron Fox S memiliki total biaya tahunan sekitar Rp1.783.000. Angka ini lebih tinggi karena adanya biaya tambahan berupa sewa baterai, yang menjadi salah satu sistem yang diterapkan pada beberapa motor listrik.
Meski begitu, biaya listrik untuk penggunaan sehari-hari tetap jauh lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar.
Efisiensi Saat Mobilitas Meningkat
Menariknya, efisiensi kendaraan listrik semakin terasa ketika mobilitas pengguna meningkat.
Semakin jauh jarak tempuh yang digunakan setiap hari, semakin besar pula penghematan biaya energi yang bisa diperoleh dari motor listrik.
Hal ini terjadi karena konsumsi listrik relatif stabil dan murah dibandingkan bahan bakar minyak yang harganya dapat berubah-ubah.
Sebaliknya, motor bensin akan semakin mahal biaya operasionalnya ketika jarak tempuh meningkat karena konsumsi bahan bakar juga bertambah.
Pertimbangan Harga Motor
Selain biaya operasional, perbandingan harga pembelian motor juga sering menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.
Dalam beberapa kasus, selisih harga antara motor listrik dan motor bensin dapat digunakan untuk menutup biaya tambahan seperti sewa baterai pada motor listrik.
Artinya, meskipun biaya tahunan motor listrik bisa terlihat sedikit lebih tinggi dalam simulasi tertentu, penghematan biaya energi dalam jangka panjang tetap menjadi faktor yang menarik.
Tren Kendaraan Listrik di Indonesia
Diskusi mengenai kendaraan listrik kini semakin ramai seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap efisiensi energi dan biaya transportasi.
Motor listrik dinilai memiliki beberapa keunggulan, seperti biaya energi yang lebih rendah, perawatan yang lebih sederhana, serta potensi penghematan dalam penggunaan jangka panjang.
Namun, motor bensin masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena jaringan bahan bakarnya yang lebih luas serta harga awal kendaraan yang relatif lebih terjangkau.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pilihan antara motor listrik dan motor bensin pada akhirnya bergantung pada kebutuhan mobilitas, biaya awal kendaraan, serta preferensi masing-masing pengguna.
Editor : Mohammad Ibnu Syafi